Bak Diktator, Trump Ancam Terjunkan Militer untuk Hentikan Demonstrasi

  Selasa, 02 Juni 2020   Budi Cahyono
Seorang demonstran berhadapan dengan polisi di rumah petugas kepolisian Minneapolis Derek Chauvin yang dipecat pada Rabu (27/5/2020). (Jeff Wheeler / Star)

WASHINGTON, AYOJAKARTA.COM -- Aksi demonstrasi yang dipicu kematian pria kulit hitam George Floyd kian meluas di Amerika Serikat. Demonstrasi tersebut semakin tak terhentikan dan terjadi kerusuhan.

Presiden Amerika, Donald Trump tampak berang dan mengancam para demonstran dengan menerjunkan pasukan militer. Trump melontarkan pernyataan itu pada Senin (1/6/2020) waktu setempat dengan gaya bak diktator.

Trump menyebut dirinya sebagai President of law and order alias Presiden hukum dan ketertiban.

AYO BACA : Jadi Sorotan Dunia, Ini Identitas Pemuda Bertato Peta Indonesia Ikut Demo Kematian George Floyd

“Saya akan berjuang untuk melindungi Anda - saya adalah presiden hukum dan ketertiban Anda dan sekutu dari semua pengunjuk rasa damai,” kata Trump dikutip CBS News, Selasa (2/6/2020).

Trump mengaku akan menerjunkan tentara apabila negara-negara bagian gagal meredam demonstrasi yang kian berujung rusuh di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Sekitar 200 tentara dikabarkan telah dipindahkan dari Fort Bragg menuju wilayah Washington DC, tempat Gedung Putih berada untuk siap sedia apabila dibutuhkan.

AYO BACA : Dukung George Floyd, Ribuan Demonstran Sambangi Kedubes AS di Inggris

“Jika sebuah kota atau negara menolak untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan dan properti penduduk mereka, maka saya akan mengerahkan militer Amerika Serikat dan dengan cepat menyelesaikan masalah bagi mereka,” tegas Trump.

Pernyataan Trump lantas menyulut emosi para politikus oposisi dari Partai Demokrat. Mereka menyebut ancaman Donald Trump tak mencerminkannya sebagai Presiden, melainkan seorang diktator.

Pidato fasis Donald Trump baru saja disampaikan pada deklarasi perang terhadap warga Amerika, kata Senator Demokrat, Ron Wyden lewat Twitter.

“Saya takut untuk negara kita malam ini dan tidak akan berhenti membela Amerika melawan serangan Trump.”

Sementara hal serupa juga diungkapkan Senator Demokrat lainnya, Kamala Harris. Dia mengkritik pernyataan Trump lewat Twitter. “Ini bukan kata-kata seorang presiden. Itu adalah kata-kata seorang diktator,” kecam Kamala Harris.
 

AYO BACA : Trump Ancam Demonstran yang Kecam Tewasnya George Floyd

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar