Keren, APD Khusus Pengemudi Ojol Ini Bisa Cegah Droplet

  Rabu, 03 Juni 2020   Khoirur Rozi
APD ala pengemudi ojol (dok pribadi Igun Wicaksono)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia telah menyiapkan sejumlah protokol kesehatan untuk menyongsong tatanan normal baru. 

Sebagai asosiasi pengemudi ojol, GARDA ingin meminimalisir potensi penularan COVID-19.

"Kami sebagai asosiasi pengemudi ojek online, GARDA Indonesia sudah menyiapkan protokol-protokol kesehatan termasuk tools atau alat pelindung diri (APD) khusus ojol sebagai standard untuk memasuki fase new normal," kata Ketua Presidium Nasional GARDA Indonesia, Igun Wicaksono saat dihubungi Ayojakarta, Rabu (3/6/2020).

Menurut Igun, APD yang dipersiapkan dalam bentuk partisi atau pembatas antara pengemudi dengan penumpang ojol. Partisi ini dirancang untuk menangkal droplet antara penumpang dengan pengemudi maupun sebaliknya. 

"Dengan menggunakan partisi ini, kami berharap bisa lebih dapat mencegah penularan COVID-19," jelasnya.

Partisi berbahan fiber plastik ini berbobot ringan dan kuat sehingga tidak membebani pengemudi ojol saat bertugas. Untuk lebih aman dalam menggunakannya, Igun menganjurkan kecepatan sepeda motor tidak melebihi 50 kilometer (km) per jam.

"Di atas kecepatan itu penumpang harus menegur pengemudi," imbuhnya.

Lebih lanjut Igun menuturkan, ide membuat APD ini berangkat dari anjuran pemerintah supaya menerapkan physical distancing atau jaga jarak aman.  

"Physical distancing cukup sulit diterapkan di sepeda motor. Dengan adanya partisi ini, menjadi salah satu upaya untuk menjaga jarak antar pengemudi dan penumpang agar tidak terjadi sentuhan langsung," ujarnya. 

Pihaknya saat ini menunggu persetujuan Kementerian Perhubungan yang akan berkonsultasi dahulu dengan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 tentang pemakaian partisi tersebut. 

"Apabila semua sudah menyetujui adanya partisi yang dapat digunakan ojek online untuk bisa membawa penumpang, nah ini akan diproduksi massal secara pabrikasi. GARDA sudah menyiapkan pabrik produksi sendiri," katanya.

Igun berharap pemerintah bisa membantu pengadaan partisi ini untuk para pengemudi ojol. Sebab menurutnya, untuk memproduksi APD versi ojol membutuhkan biaya cukup besar. 

"Ya mungkin perlu adanya subsidi atau bantuan dari pihak pihak seperti aplikator, maupun pemerintah untuk menyediakan partisi ini sebagai pencegahan. Seperti halnya seorang dokter atau perawat menggunakan APD juga, kan banyak bantuan-bantuan. Kita berharap sih seperti itu," pintanya.

Dia kembali mengingatkan, para pengemudi ojol harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan ketika diperbolehkan kembali membawa penumpang. Selain untuk faktor kesehatan juga jadi penentu keberlangsungan operasional ojol di tengah pandemi COVID-19.

"Kalau banyak ditemukan ojek online yang tidak mematuhi protokol kesehatan, pastinya akan merugikan teman-teman ojol juga, karena penilaian penumpang ojek online ini yang akan menjadi acuan bagi pemerintah maupun pihak terkait apakah ojol dapat terus bisa membawa penumpang atau tidak," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar