Aliansi Mahasiswa Purwakarta Minta Anggota DPR-RI Fasilitasi Bertemu Nadiem Makarim

  Kamis, 04 Juni 2020   Budi Cahyono
Mahasiswa saat menyampaikan tuntutan kepada anggota DPR-RI, Syaiful Huda agar fasilitasi bertemu Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim. (Ayopurwakarta/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Mahasiswa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Purwakarta Bersatu (AMPB) meminta Anggota DPR-RI, Syaiful Huda untuk memfasilitasi bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

Hal itu disampaikan para mahasiswa saat wakil rakyat dari Fraksi PKB itu usai memberikan bantuan medis berupa alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Kamis (4/6/2020).

Beberapa tuntutan para mahasiswa Purwakarta adalah pertama menuntut Komisi X DPR untuk memfasilitasi pertemuan mahasiswa dengan Mendikbud Nadiem Makarim.

Kedua relaksasi uang kuliah tunggal (UKT) juga diberlakukan untuk mahasiswa di perguruan tinggi swasta (PTS).

Ketiga penentuan pola relaksasi UKT di masing-masing kampus harus melibatkan mahasiswa.

Keempat menuntut pemerintah menambah kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) mahasiswa, kelima meminta Kemendibud melakukan evaluasi terhadap sistem pembelajaran online, dan keenam meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan para guru honorer.

"Kami ingin tuntutan kami benar-benar diperhatikan oleh para pengambil kebijakan di tingkat pusat,” tegas Koordinator Aksi, Ahmad Syarifudin.

Menanggapi tuntutan mahasiswa ini, Anggota DPR-RI, Syaiful Huda berkomitmen akan mendorong apa yang disampaikan para mahasiswa, termasuk kondisi orang tua mereka di tengah pandemi mengalami penurunan pendapatan.

Ia berpendapat harus ada skema dicicil yang penting anak muda di Indonesia dapat kuliah.

"Kami juga ingin Kemendikbud terjun ke lapangan datang ke kampus karena hanya berstatemen menyerahkan PTS atau PTN belum ada jaminan terealisasi," kata dia.

Sementara mengenai penambahan kuota KIP, ia menyebut sudah ada lampu hijau akan ada penambahan sebanyak 400 ribu.

"Kami bersama Kemendikbud sudah ada kesepakatan akan menambah 400 ribu kuota KIP yang akan dikucurkan pada tahun ini. Termasuk kuota untuk siswa SD,SMP dan SMA," ujar dia. (Dede Nurhasanudin)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar