Zona Kuning, Pemkot Depok Perketat Aturan Salat Jumat

  Jumat, 05 Juni 2020   Fitria Rahmawati
Sebagai ilustrasi salat Jumat berjamaah di Sukoharjo/ Solopos

KOTA DEPOK, AYOJAKARTA.COM - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, masjid di kota tersebut hanya menyelenggarakan salat Jumat selama 15 menit untuk mengantisipasi penularan wabah virus corona. 

Kini, Pemerintah Kota Depok menerapkan PSBB Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) tingkat RW.

"Kota Depok masih masuk kategori 3 atau zona kuning, sehingga belum bisa menerapkan New Normal secara utuhutuh," kata Idris di Depok, Jumat (5/6/2020).

Status zona kuning, masjid di Kota Depok telah mempersiapkan untuk beribadah, terutama salat Jumat berjamaah.

Bahkan, setiap masjid mengumumkan beberapa imbauan kepada jemaah untuk mematuhi aturan saat melaksanakannya.

Kabag Kesos Pemerintah Kota Depok, Eka Firdaus mengatakan, Masjid Baitul Kamal Balaikota Depok juga telah mempersiapkan salat Jumat seperti mengatur jarak hingga mengurangi kapasitas jamaah di dalam masjid.

"Kondisi normal kapasitas masjid bisa menampung sampai 1.500 jemaah, namun untuk salat Jumat kami batasi sebanyak 30% atau sekitar 500 jemaah yang berada di dalam masjid. Begitu juga pelaksanaannya dibatasi 15 menit,” kata Eka, Jumat (5/6/2020).

Ia mengatakan, jarak yang diatur dalam masjid yakni satu jemaah dengan yang lainnya 1,2 meter. Untuk mengantisipasi membludaknya jemaah, pihaknya akan menggelar alas tambahan di luar masjid.

AYO BACA : Kota Depok Kembali Gelar Salat Jumat 5 Juni

“ASN juga kan sudah mulai beraktifitas, ditambah lagi masyarakat yang mengurus keperluan di balaikota,” katanya.

Terkait dengan protokol kesehatan, pihaknya akan menempatkan tiga petugas di tiga titik pintu masuk untuk mengukur suhu tubuh jamaah.

“Kami mengimbau agar jamaah membawa sajadah dari rumah dan menggunakan masker. Jika tidak bawa kami akan bagikan di sini, kami siapkan 1.000 masker,” kata dia.

Tempat lainya, Masjid Agung Al Muhajirin di Jalan Nusantara mereka sudah mempersiapkan sesuai protokol kesehatan.

Mereka juga memberikan batas jarak antar makmum di lantai masjid dan melakukan penyemprotan cairan disinfektan sebelum dan sesudah pelaksanaan sholat.

Ketua DKM Masjid Agung Al Muhajirin Hafid Nasir mengatakan, masjid akan mempersingkat khutbah Jumat. 

"Pengurus DKM Masjid Agung Al Muhajirin menempatkan satgas ketika jemaah masuk ke masjid yang tugasnya mengukur suhu tubuh, memberikan cairan hand sanitizer, memastikan seluruh jamaah menggunakan masker, membatasi jumlah jamaah di dalam masjid maksimal 250 orang selebihnya di luar masjid," kata dia.

Dan lanjut dia, jemaah dilarang untuk berjabat tangan dan menghindari kerumunan di depan pintu masuk masjid.

"Kami berharap warga dan jemaah dapat memahami itu semua, meskipun pelaksanaan sholat jumat sudah diperbolehkan pemerintah tetap kita harus waspada dan tetap mencegah penyebaran virus dengan protokol kesehatan yang sudah disosialisasikan kepada kami," kata dia.

AYO BACA : 31 RW Kota Depok Terapkan Pembatasan Sosial Kampung Siaga

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar