>

Pilkada Serentak 9 Desember 2020 Terlalu Dipaksakan

  Jumat, 05 Juni 2020   Widya Victoria
Ilustrasi pemilu. (Shutterstock)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Rencana pemerintah menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak  yang dijadwalkan 9 Desember 2020, terkesan sangat dipaksakan. Pasalnya, situasi saat ini masih terpuruk karena pandemi COVID-19. 

Pemerintah dan KPU selaku penyelenggara Pilkada dianggap hanya memikirkan diri sendiri.

Hal itu ditegaskan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana) Samuel F Silaen dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/6/2020). 
 
“Lalu para calon itu akan bertarung dan berperang untuk apa dan untuk siapa? Sebab tidak ada jaminan virus corona ini akan selesai pada 2021," kata Samuel. 
 
"Jangan egois dan jangan hanya pikirkan diri sendiri dong,” kritiknya. 
 
Dia pesimistis akan tercipta pertarungan politik yang sehat dalam Pilkada Serentak kali ini. “Semoga saja yang terpilih itu pemimpin yang merakyat, amanah dan kerja buat rakyat. Bukan hanya kelompok tertentu seperti banyak kejadian di belahan negeri ini, diduga pemimpin diskriminasi terhadap kelompok tertentu,” tuturnya.
 
Menurut dia, jika berkaca dari kontestasi politik sebelum-sebelumnya, belum ada kepala daerah terpilih yang bisa menepati janji-janjinya saat kampanye. Apalagi, jika sekarang dipaksakan dalam situasi COVID-19. 
 
“Apakah pemimpin dahulu kala bisa menepati dan melaksanakan janji-janjinya kepada rakyat? Tidak juga. Dalam bacaan litetaratur tak ada pemimpin yang 100 persen bisa menepati janji-janji politiknya. Ada saja yang tak bisa dikerjakan dengan baik sesuai janjinya,” katanya.
 
Ia mengatakan, jika pemimpin bisa menepati 75- 80 persen saja dari janji politiknya sudah sangat luar biasa. ""Meski demikian bukan berarti ada excuse atau maaf, tetap saja itu namanya pemimpin gagal,” cetusnya.
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar