Dua WNI ABK Kapal China Kabur, Istirahat Hanya 4 Jam Sehari

  Sabtu, 06 Juni 2020   Fitria Rahmawati
sebagai ilustrasi, pelanggaran sistim kerja ABNK WNI di Kapal China/ ist

KEPRI, AYOJAKARTA.COM - Kisah tragis kembali terjadi dalam kapal pencari hasil laut. Dua ABK WNI yang bekerja di kapal China mengaku mengalami penyiksaan fisik selama bekerja berbulan-bulan.

Karena tak tahan sering disiksa, mereka kabur degan cara nekat terjun bebas ke lautan hanya bermodal jaket pelampung. Beruntung keduanya ditemukan nelayan, meski terombang-ambing cukup lama di tengah laut.

Dua ABK WNI yang bekerja di kapal China tersebut yakni Reynalfi (22) asal Medan, Sumatera Utara, dan Andri Juniansyah (30) asal Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka tidak diperbolehkan istirahat dalam waktu yang lama. Saat bekerja, hanya boleh beristirahat selama empat jam. Itu pun dibagi dalam dua sesi.

Jika melawan, para ABK tersebut tak segan ditendang dan dipukul. Mereka mengaku tak pernah melihat daratan, lantaran segala sesuatunya dilakukan di tengah laut. Seperti pengambilan hasil cumi, ada kapal lain yang menuju kapal dua WNI tersebut bekerja, dan melakukan transaksi di tengah laut.

Andri mengatakan, kapal berbendera China itu tidak bersandar di pelabuhan atau dermaga selama berbulan-bulan.

"Kapal berlayar di sekitaran Samudera Hindia, bisa di laut Arabia, laut India, laut Srilanka. Tapi yang lebih sering laut yang tidak ada pulau kiri kanan, pastinya di laut lepas," ujar Andri yang telah lima bulan bekerja di kapal tersebut.

Untuk hasil tangkapan yang diperoleh, lanjut Andri, dilakukan dengan cara pemindahan di tengah laut.

Hasil-hasil tangkapan kemudian disimpan di dalam frezer yang telah tersedia.

"Tidak ada merapat ke darat, semuanya dilakukan di tengah laut," ungkap WNI ABK asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Andri dan Reynal merasa lega bisa kabur dari Kapal Lu Qing Yuanyu 213 itu. Namun, masih ada sejumlah WNI yang masih berada di kapal tersebut, serta beberapa dari negara lainnya.

"Memang kami dikasih makan dua kali sehari. Hanya saja, waktu bekerja tidak ada hentinya, dari pagi hingga malam, dari malam hingga pagi. Kalau salah sedikit langsung dapat perlakuan kasar," kata Andri menceritakan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar