GoRide Aktif Lagi di Jakarta, Kecuali untuk 66 RW Berstatus WPK

  Senin, 08 Juni 2020   Khoirur Rozi
Ilustrasi Gojek

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Gojek kembali mengaktifkan layanan  layanan GoRide di Jakarta pada hari ini, Senin (8/6/2020) setelah dua bulan lebih dihentikan. 

"Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 51 tahun 2020 dan Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Nomor 105 tahun 2020 tentang Pengendalian Sektor Transportasi Untuk Pencegahan COVID-19 Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif," kata Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita dalam keterangan resminya.

Setelah fitur ini diaktifkan, Gojek meminta para pengemudinya untuk menaati protokol kesehatan. Gojek mewajibkan setiap mitranya untuk menggunakan masker dan sarung tangan. Penumpang juga diminta membawa helm sendiri untuk menghindari pemakaian bergantian.

"Kami mewajibkan mitra menggunakan masker dan sarung tangan, sedangkan penumpang menggunakan masker. Kami juga mengimbau penumpang GoRide untuk membawa helm SNI pribadi," terangnya.

Tak hanya itu, Gojek juga telah menyediakan sejumlah fasilitas kesehatan untuk pengemudinya. Terdapat 130 Posko Aman di kota-kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta. Di posko ini pengemudi Gojek bisa memeriksa suhu tubuh, mendapatkan masker dan handsanitizer, serta penyemprotan disinfektan.

"Layanan ini tidak hanya membantu para pengguna layanan Gojek untuk merasa aman dan memastikan layanan mereka memenuhi standar kesehatan dan higienis, tetapi juga membantu para mitra driver Gojek untuk bisa bekerja dengan tenang," jelasnya.

Namun begitu, mitra Gojek dilarang beroperasi di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona merah di Jakarta. 

Untuk diketahui, ada 66 RW di Jakarta yang berstatus wilayah pengendalian ketat (WPK). Di wilayah tersebut terdapat kasus positif COVID-19 cukup tinggi sehingga perlu memberlakukan pembatasan aktivitas secara ketat.

"Adapun sesuai SK Dishub Nomor 105/2020, Gojek memastikan tidak beroperasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal dengan menerapkan pengaturan geofencing," imbuh Nila.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar