Kota Depok Klaim Angka Reproduksi Corona Menurun

  Rabu, 10 Juni 2020   Fitria Rahmawati
Wali Kota Depok, Mohammad Idris/ instagram: @idrisashomad

KOTA DEPOK, AYOJAKARTA.COM - Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, angka reproduksi virus corona (Rt) di wilayahnya mengalami penurunan. Itu didasarkan dari data Pusat Informasi COVID-19 Depok (PICODEP).

"Alhamdulillah angka Rt ini terus mengalami penurunan selama 14 hari, yaitu mulai tanggal 25 Mei sebesar 1,39 atau >1 menjadi 0,54 atau <1>

Angka reproduksi efektif dihitung dari rata-rata jumlah kasus penularan sekunder yang berasal dari satu kasus primer dalam satu waktu dalam satu populasi. Dalam penyebaran Covid-19, angka ini menunjukkan jumlah rata-rata orang yang bisa ditulari virus corona oleh seorang yang terserang Covid-19.

AYO BACA : Empat Tahap PSBB Depok, Satpol PP Tindak 8.297 Pelanggar

Meksi angka reproduksi menurun, namun kasus penularan di Kota Depok masih terjadi. Data terkini pemerintah, jumlah akumulatif pasien Covid-19 di Kota Depok sebanyak 608 orang, 337 orang di antaranya sudah sembuh dan 31 orang meninggal dunia.

Sementara jumlah orang yang pernah kontak dengan pasien Covid-19 namun tidak mengalami gejala sakit (orang tanpa gejala/OTG) total 1.928 orang dan 1.320 di antaranya sudah selesai menjalani pemantauan.

Di samping itu, pemerintah masih memantau kondisi 764 orang dalam pemantauan dan 351 pasien dalam pengawasan terkait penularan SARS-CoV-2, virus corona tipe baru penyebab Covid-19.

AYO BACA : PSBB Proporsional, Ojol di Depok Dilarang Angkut Penumpang hingga 2 Juli 2020

"Penambahan dan penularan kasus masih dapat terjadi. Maka dari itu, kita harus konsisten menjalankan protokol kesehatan agar Rt Kota Depok terus menurun," katanya.

Guna menekan penyebaran Covid-19, ia mengatakan, pemerintah kota melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional hingga 2 Juli 2020. 

"Meskipun beberapa aktivitas sosial dan ekonomi sudah ada yang dibuka, bukan berarti kita bebas dari protokol kesehatan," katanya.


Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.

Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
 
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

AYO BACA : Pemkot Depok Usul ke Pemprov DKI Soal Pengaturan Jam Kerja Pegawai

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar