>

30 Pelanggar PSBB di Pasar Senen Disanksi Sosial

  Rabu, 10 Juni 2020   Fitria Rahmawati
Sebagai ilustrasi, Aktivitas transaksi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Suku Dinas Pemadam Kebakaran (SudinDamkar)Jakarta Timur melakukan penyemprotan disinfektan terhadap 31 pasar tradisional di wilayah itu, Kamis (4/6/2020). Foto: Republika/Imas Damayanti

SENEN, AYOJAKARTA.COM - Asisten Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Denny Ramdhany, 'menangkap' 30 pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pasar Senen, Rabu (10/6/2020). Mereka langsung dijatuhi sanksi sosoal menyapu jalanan dan mengenakan rompi oranye.

"Ini terjaring ada sekitar 30 orang. Mereka tidak menggunakan masker. Ini kita bawa ke pos, kemudian kita tanya, ternyata mereka melanggar. Nah akhirnya kita beri sanksi," ujar Denny di lokasi.

Dari jumlah tersebut, pelanggaran paling banyak ditemukan dari pengunjung, namun tidak sedikit juga pelanggar aturan PSBB adalah pedagang. Denny mengatakan pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah penggunaan masker kain.

"Jadi sebetulnya mereka bawa, tapi tidak dipakai. Alasannya, agar bisa lebih praktis berkomunikasi secara lancar. Setelah kita cek mereka bawa, tapi berarti ada kelalaian. Ya tetap kita kenakan sanksi," kata Denny.

Sanksi yang diberikan pada para pelanggar itu adalah kerja sosial membersihkan jalan di dekat Pasar Senen dengan sapu dan menggunakan rompi oranye 'Pelanggar PSBB'. Sanksi denda menurut Denny tidak diberlakukan karena pengunjung yang datang hanya membawa uang pas-pasan untuk belanja di Pasar Senen.

"Ini paling banyak terjaring pengunjung yang mau belanja dengan anggaran pas-pasan sehingga kita berikan sanksi yaitu membersihkan lingkungan di sekitar sini," kata Denny. Selain di Pasar Senen, penertiban serupa dilakukan oleh jajaran Pemkot Jakarta Pusat di Pasar Nangka di Kemayoran.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar