>

Pakar Epidemiologi Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta Terus Terjadi

  Rabu, 10 Juni 2020   Khoirur Rozi
[Ilustrasi] Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Jalan Pagarsih, Kota Bandung, Rabu (10/6/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta meningkat dalam beberapa hari terakhir. Bahkan kemarin, Pemprov DKI Jakarta mencatatkan penambahan kasus tertinggi yakni 234. Sedangkan pada hari ini angka positif juga bertambah 147 kasus, sehingga totalnya mencapai 8.423 kasus.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, peningkatan kasus tersebut hasil dari pemeriksaan sampel pada 3 hari atau seminggu lalu. Miko menduga kenaikan kasus ini akibat mudik Lebaran atau saat aktivitas perkantoran mulai dibuka.

"Jadi kira-kira, kalau kasus yang sekarang, memang banyak, tapi itukan hasil dari deteksi 3 hari yang lalu atau 4 hari yang lalu. Nah hasil deteksi kasus 4 hari yang lalu itu akibat ekspose satu minggu atau tiga hari sebelumnya begitu. Jadi masih ada akibat mudik Lebaran, kemudian terkait orang mulai masuk kerja, kemudian banyak orang sembarangan berkumpul, maka terjadi transmisi atau penularan virus," jelas Miko saat dihubungi Ayojakarta, Rabu (10/6/2020).

Miko kemudian memprediksi akan terjadi lonjakan kasus positif dalam beberapa waktu ke depan di Jakarta. Hal ini sebagai konsekuensi dari dibukanya kembali aktivitas sosial dan ekonomi sejak 5 Juni lalu.

"Nah transmisi selanjutnya, saya lihat transportasi tambah ramai sejak tanggal 8 Juni. Jadi di hari berikutnya, atau seminggu ke depan akan ada penambahan kasus lagi saya duga," ungkapnya.

Dia khawatir lonjakan kasus yang akan terjadi di kemudian hari sulit diantisipasi. Ketersediaan fasilitas kesehatan untuk menampung pasien menurutnya mesti dipersiapkan dengan baik. Sebab, katanya, tingkat penularan virus di DKI Jakarta belum terbilang aman.

"Itu yang saya takutkan (lonjakan kasus). Pada masa transisi ini harusnya dipersiapkan dengan benar. Kemudian masa transisi harusnya bukan sekarang, karena kasus baru masih banyak, masih 400-an lebih dalam seminggu. Itu masih banyak. Harusnya kasus di bawah seratus, kalau mau aman banget ya nol. Tapi itu juga enggak aman dari kasus yang tidak terdeteksi. Masih ada kasus tanpa gejala," terangnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar