>

Kota Cimahi Bakal Terapkan PSBB Parsial

  Rabu, 10 Juni 2020   Budi Cahyono
Kota Cimahi terapkan PSBB parsial. (dok)

CIMAHI, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara parsial berdampingan dengan penerapan new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

PSBB parsial di Kota Cimahi sendiri akan berakhir pada tanggal 12 Juni. Namun dipastikan akan diperpanjang selama 14 hari ke depan khusus untuk RW yang didapati kasus positif. Sementara mulai 13 Juni, Kota Cimahi juga akan menyambut era new normal.

Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengatakan PSBB parsial tetap perlu diterapkan sebagai antisipasi meluasnya penyebaran kasus COVID-19. Di sisi lain, pihaknya juga akan menerapkan new normal lantaran perekonomian dan kehidupan sosial mesti terus berjalan.

"PSBB memang mau selesai, tapi dipastikan diperpanjang dengan perspektif yang berbeda. Dan kita juga Insya Allah akan menerapkan new normal bersamaan dengan PSBB parsial," ungkap Ajay saat ditemui Rabu (10/6/2020).

Menjelang new normal, Ajay memprioritaskan pembukaan tempat peribadatan dan mengizinkan pelaksanaan salat berjemaah. Namun salat Jumat di masjid baru bisa dilaksanakan pada Jumat tanggal 19 Juni.

"Jadi yang pertama dibuka itu tempat peribadatan, karena orang-orang sudah rindu datang ke masjid. Nanti tetap wajib menerapkan protokol kesehatan. Jumatan baru bisa dilaksanakan Jumat nanti, karena Jumat sekarang hari terakhir PSBB," katanya.

Selain soal pembukaan tempat peribadatan, Ajay juga sudah melaksanakan pembahasan soal operasional semua pusat perbelanjaan dan restoran di Cimahi namun tetap dengan batasan jam operasional.

"Pusat perbelanjaan, kafe, dan restoran bisa beroperasi, tapi teknisnya masih dibahas. Misalnya soal pembatasan, pengaturan tempat duduk, dan jam operasional. Kita inginnya sampai jam 5 sore, tapi nanti akan dibahas lagi," terangnya.

Selama new normal diterapkan, Dinkes Cimahi diarahkan untuk terus melakukan rapid test dan swab test massal untuk memetakan penyebaran COVID-19.

"Yang jadi prioritas kita pelaksanaan swab test di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan. Karena di Cimahi sempat ada Klaster Pasar Antri dan di Bandung juga ada, Pak Gubernur Jabar meminta pasar diwaspadai jadi sumber penularan dan dimasifkan pelaksanaan testnya," tandasnya. (Tri Junari)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar