Soal Rasisme di Liga Inggris, Begini Penjelasan FA

  Kamis, 11 Juni 2020   Budi Cahyono
Liga Primer Inggris. (Foto: EPA-EFE/ANDY RAIN)

LONDON, AYOJAKARTA.COM – Pada 2018, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mengeluarkan program Equity Action Plan. Lewat program ini, mereka mencanangkan 5% posisi penting di FA, serta 13% posisi pelatih kepala di Inggris, diisi oleh orang kulit hitam dan etnis minoritas.

Tidak cuma itu, pada 2021, FA menargetkan 11% posisi penting di tubuh asosiasi, serta 20% posisi pelatih kepala di Inggris, diisi oleh orang-orang kulit hitam dan etnis minoritas.

FA melalui Paul Elliott menjelaskan jika kompetisi Liga Primer Inggris sangat sulit memiliki pelatih berkulit hitam. Sementara itu, otoritas liga harus lebih tegas memberikan tindakan kepada kasus rasialisme yang masih terjadi di sepak bola Negeri Ratu Elizabeth.

AYO BACA : Laga Uji Coba Man United vs Stoke City Batal

Otoritas liga sejatinya sudah berusaha untuk memberi kesempatan lebih kepada kaum minoritas, terkait masalah rasialisme.  Akan tetapi, mantan pemain Glasgow Celtic dan Chelsea beberapa persoalan masih terus terjadi dalam sepak bola Inggris.

"Apa yang kami coba lakukan di sini adalah membangun pipa dan rantai pasokan. Maka itu tentang akses ke pekerjaan dan di situlah penyumbatan. Jadi kita harus melihat penyumbatan itu. Lihat transparansi proses rekrutmen dan pastikan bahwa prosesnya terbuka, kuat, transparan, dan adil," tegas Elliott kepada BBC Sport, Kamis (11/6/2020).

Di sisi lain, Elliott meyakini suatu saat nanti tim nasional Inggris akan memiliki manajer berkulit hitam, tanpa etnis atau jenis kelamin orang yang dirujuk.

AYO BACA : Kick-off 17 Juni, Ini Jadwal Lengkap Liga Inggris Sisa Musim 2019/2020

"Lebih dari sepertiga pemain dalam permainan itu berkulit hitam. Kami hanya memiliki enam pelatih di 91 klub dan satu pelatih di Liga Primer. Aku optimistis. Akan ada manajer kulit hitam lnggris," sambung Elliott.

Seperti diketahui, sepak bola, terutama sepak bola Inggris, orang kulit hitam masih menjadi warga kelas dua. Maraknya pelecehan rasial terhadap para pemain kulit hitam bisa menjadi contoh.

Tak cuma itu, minimnya jumlah pelatih kulit hitam di kompetisi Liga Primer juga menjadi bukti lain bahwa keadilan rasial belum tampak di ranah ini.

"Ketidakseimbangan itu benar-benar tidak dapat diterima," pungkasnya.

AYO BACA : FA Rilis Panduan Bermain Sepak Bola di Masa New Normal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar