Dinkes DKI Jakarta Lakukan Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

  Jumat, 12 Juni 2020   Khoirur Rozi
[Ilustrasi] Rapid test (dok Ayobandung.com)

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM -- Pemprov DKI Jakarta tengah mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 seiring dengan bertambahnya kapasitas pemeriksaan. Beberapa langkah antisipatif itu di antaranya menyiapkan tracing (pelacakan), testing (pemeriksaan), isolating (isolasi), dan treating (pengobatan).

"Langkah persiapan itu baik dari segi sarana dan prasarana kesehatan terkait COVID-19 maupun dari segi sumber daya yang perlu dialokasikan dalam mengantisipasi," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, Jumat (12/6/2020).

Dwi menuturkan, penambahan kapasitas pemeriksaan Covid-19 akan membuat kasus positif yang selama ini tidak terdeteksi bisa diketahui. Maka ada potensi lonjakan kasus positif sebagai konsekuensi dari hal ini. Menurutnya, pemeriksaan secara masif juga memberikan ketenangan kepada masyarakat dalam beraktivitas.

AYO BACA : Bertambah 76, Positif Covid-19 di Jakarta Capai 8.628 Kasus

"Peningkatan kapasitas pemeriksaan spesimen dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) ini sesuai dengan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) agar pemerintah bisa mendeteksi kasus lebih dini dan menekan angka infeksi di masyarakat," jelasnya.

Salah satu upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan sejak 9 April 2020 lalu adalah membangun beberapa laboratorium satelit Covid-19. Salah satu laboratorium yang dibangun berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu dan RSKD Duren Sawit. Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga membangun jejaring dengan 41 laboratorium pemeriksaan COVID-

19.

AYO BACA : Anies Minta Masyarakat Tegur Pengurus Rumah Ibadah yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

"Dalam 10 hari terakhir, total Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pemeriksaan PCR sebanyak 17.270 dengan rata-rata pemeriksaan harian mencapai 1.727 spesimen. Angka ini melonjak 1,1 kali lipat dibandingkan rata-rata harian pada 10 hari pertama di bulai Mei 2020 yang sebanyak 1562 spesimen per hari

Dengan peningkatan kemampuan tes ini, hingga 10 Juni 2020, DKI Jakarta sudah melakukan pemeriksaan PCR sebanyak 189.552 spesimen dan pada 90.287 orang," ungkap Dwi.

Dwi menyebutkan, pemeriksaan PCR di DKI Jakarta mencapai 8.481 orang per satu juta penduduk. Jumlah pemeriksaan ini menurutnya tertinggi di Indonesia. 

"Strategi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejalan dengan kebijakan nasional dimana Presiden RI meminta spesimen yang dites lewat PCR diperbanyak," ucapnya.

AYO BACA : Pedagang di Pasar Perumnas Klender Buka Tanpa Ganjil Genap

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar