>

Wali Kota Jakarta Timur: Mal Jangan Buka Sebelum Betul-betul Siap

  Sabtu, 13 Juni 2020   Aldi Gultom
Wali Kota Jakarta Timur, M. Anwar. (Kominfotik Jaktim)

CAKUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pengelola mal atau pusat perbelanjaan modern lainnya harus mematangkan protokol kesehatan sebelum beroperasi lusa (Senin, 15/6/2020). 

Demikian dikatakan Wali Kota, M. Anwar, saat menggelar Rapat Koordinasi bersama pengelola mal se-Jakarta Timur terkait rencana pembukaan kembali seluruh mal di Jakarta. Rapat berlangsung di Ruang Pola Lantai II Blok A Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (12/6/2020).

Rapat Koordinasi yang dipimpin oleh Wali Kota juga dihadiri oleh Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Arie Ardian Rishadi, dan Dandim 0505 Jakarta Timur, Kolonel Inf Mahfud As`at.

"Apabila pengelola mal belum siap buka jangan dipaksakan buka sampai pengelola mal betul-betul siap dari segala aspek protokol kesehatan sesuai arahan bapak Gubernur Provinsi DKI Jakarta," tegas Wali Kota.

Ia berharap pengelola mal menyiapkan petugas untuk mengecek suhu tubuh pengunjung, tempat cuci tangan dan pembatasan pengunjung 50 persen dari kapasitas maksimal.

"Saya juga tadi menyampaikan untuk bioskop dan salon jangan dibuka terlebih dahulu karena rentan penularan dan bersentuhan langsung, dan tidak ada jarak fisik," jelas M. Anwar.

AYO BACA : Ini Lengkapnya Jadwal Pembukaan Fase Pertama dan Kebijakan Khusus Per Sektor

Wali Kota juga menegaskan bakal melakukan pengawasan ketat terhadap mal-mal di wilayahnya, dan akan menindak pengelola mal bila menemukan pelanggaran.

"Jika sudah ada protokol kesehatan di mal tersebut tetapi belum sempurna, kami akan bantu sempurnakan," pungkasnya.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Arie Ardian Rishadi, mengungkapkan bahwa kepolisian bersama aparat TNI dan Satpol PP sudah menyiapkan personil di tempat-tempat interaksi sosial warga masyarakat. Ia mengaku sudah memberi pengarahan kepada para petugas kepolisian untuk mengedepankan imbauan persuasif dan edukatif kepada para pelanggar.

"Jika masih bandel juga akan dikenakan sanksi oleh Satpol PP sesuai Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020," jelas Arie.

Sedangkan Dandim 0505 Jakarta Timur, Kolonel Inf Mahfud As`at, menyebutkan bahwa Jakarta adalah barometer bagi kota-kota lain di Indonesia sehingga mesti mampu menegakkan kedisiplinan protokol kesehatan.

"Jakarta dijadikan barometer. Jika mematuhi protokol kesehatan dan warga disiplin maka perekonomian di Indonesia, khususnya Jakarta, menjadi kembali normal," tambah Mahfud. 

AYO BACA : Sembrono Terapkan New Normal di Zona Merah Jakarta, PSBB Akan Sia-sia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar