Rapat Online, Ini Pesan Ridwan Kamil untuk Kepala Daerah di Jabar

  Minggu, 14 Juni 2020   Husnul Khatimah
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil/ instagram: @ridwankamil

KOTA BOGOR, AYOJAKARA.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan penanganan wabah Covid-19 di wilayah Jawa Barat (Jabar).

Dalam data yang dipaparkan Ridwan Kamil, Kota Bogor masih berada di tingkat kewaspadaan tiga yang diberi label warna kuning. 

Daerah lainnya yang memiliki level kewaspadaan kuning, seperti Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, Kota Bekasi dan Kota Depok.

Sedangkan daerah yang sudah di level dua yang diberi label biru antara lain Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cimahi, Kota Cirebon, Kota Sukabumi dan Kota Tasikmalaya.

“Saya menyimpulkan bahwa ada kenaikan tren (angka reproduksi Corona-Rt) dalam dua minggu ini. Walaupun masih dalam kategori terkendali, tapi angka reproduksinya naik pelan-pelan 0,69 lalu 0,72 sekarang 0,8. Mudah-mudahan jangan menjadi berita buruk di dua minggu berikutnya. Saya titip jaga wilayahnya masing-masing,” ungkap Ridwan Kamil, Sabtu (13/6/2020).

AYO BACA : Viral Makam di Pinggir Jalan Gang Sempit, Abdel: Lah Itu di Depan Rumah Gue

Ia menambahkan, khusus wilayah Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) untuk tetap seirama dengan kebijakan DKI. 

“Untuk Bodebek saya titip 80% kebijakannya seirama dengan kebijakan DKI. Tapi kalau ada kearifan lokal yang berbeda seperti masalah ojol, kami persilahkan melakukan keputusan-keputusan sesuai dengan situasi dan hal lain-lain,” ujar Emil.

“Tetap seluruh sumber daya (yang Pemprov Jabar miliki) kalau dibutuhkan khusus akan kami maksimalkan di Bodebek sampai 4 Juli untuk memastikan fluktuasi di Jakarta jangan sampai berdampak. Saya sedikit khawatir terkait transportasi commuter yang ke Jakarta. Itu juga harus diwaspadai,” tambahnya.

Setelah dibuka kembali tempat ibadah dan sejumlah perkantoran di masa PSBB Transisi, lanjut Emil, pada minggu ini akan masuk pembukaan terbatas bagi sektor perdagangan termasuk mall. 

“Saya persilahkan. Kemudian minggu depan pariwisata dengan rekomendasi kami pariwisata outdoor dan siang hari. Tempat Hiburan Malam dan wisata indoor di tahan dulu. Kemudian Pendidikan juga di tahan dulu jangan sampai ada kebijakan pembukaan, jangan sampai kasus Korea Selatan, Israel dan Prancis, gara-gara dibuka sekolah tapi belum siap, jadi terkendala,” katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar