>

18 Titik Alat Pendeteksi Gempa dan Tsunami Dipasang BMKG di Jabar

  Senin, 15 Juni 2020   Budi Cahyono
BMKG memasang sejumlah alat Warning Receiver System (WRS) di berbagai wilayah rawan gempa dan tsunami di Indonesia. (Dok)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Hasil monitoring Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan selama periode 2008-2019, rata-rata dalam setahun terjadi gempa sebanyak 5.818 kali. Gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 sebanyak 347 kali dan 2 tahun sekali terjadi gempa berpotensi tsunami.

Sampai saat ini, sejak tahun 2008 BMKG sudah memasang sebanyak 275 peralatan Warning Receiver System New Generation (WRS New Generation) atau deteksi gempa dan tsunami. Namun, peralatan WRS masih dibutuhkan pemerintah daerah dan kantor lembaga/kementerian terkait sehingga pada tahun 2020, BMKG memasang WRS generasi terbaru di 315 lokasi.

Di Jawa Barat, BMKG Bandung memasnag 18 alat WRS new generation di 18 kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jawa Barat. Kantor yang belum terpasang akan dipasang secara bertahap ke depan.

AYO BACA : BMKG Pasang 14 Titik Sistem Penerima Peringatan Baru di Wilayah Jateng

Alat yang sudah terpasang di Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Subang, Purwakarta, Banjar, Karawang, Indramayu dan Tasikmalaya. Selanjutnya di Cirebon, Bogor, Bandung, Ciamis, Sumedang, Depok, Kabupaten Bandung Barat dan Kuningan.

Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan, pemasangan alat deteksi dilakukan untuk meningkatkan penyebaran informasi seputar gempa bumi dan tsunami. Menurutnya, seluruh alat sudah terpasang periode Mei dan Juni 2020.

"Alat tersebut dapat dimanfaatkan BPBD untuk menerima informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami dari BMKG dengan cepat dan otomatis serta komunikasi yang stabil dengan satelit," ujarnya melalui keterangan pers, Senin (15/6/2020).

AYO BACA : Gempa Terus Menghantam Halmahera Barat Sampai Bitung

Menurutnya, WRS generasi terbaru memiliki nama yaitu “WRS NewGen” berbeda dengan WRS sebelumnya. WRS NewGen memberikan informasi gempa bumi secara cepat karena bersifat “real time" otomatis dari BMKG.

"WRS NewGen dapat menyajikan informasi dalam waktu kurang dari 3 menit bahkan bisa dalam waktu 2 menit setelah terjadi gempabumi," katanya.

Dia mengungkapkan, peralatan tersebut terdiri dari display TV layar sentuh 55 inchi, parabola dan modem untuk komunikasi Satelit. Menurutnya, wilayah Jawa Barat daerah yang memiliki potensi gempa bumi dan tsunami.

Katanya, potensi gempa dan tsunami di Jawa Barat yaitu 2 jenis sumber gempa, sumber gempa di daerah subduksi di Laut Selatan Pulau Jawa dan sumber gempa di darat dari sesar aktif.

Ia mengatakan  kondisi tektonik yang kompleks maka gempa dapat terjadi kapan saja dengan berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.

Diharapkan dengan alat tersebut maka upaya mitigasi bisa dilakukan cepat sehingga dapat mengurangi korban jiwa dan dampak gempa lainnya secara dini.

AYO BACA : Gempa M 5,7 di Bengkulu Terasa Hingga Padang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar