>

Jabar Perpanjang PSBB, Begini Tanggapan Pengelola Obyek Wisata di Cianjur

  Senin, 15 Juni 2020   Budi Cahyono
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di salah satu obyek wisata di Lembang, Jawa Barat. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

CIANJUR, AYOJAKARTA.COM -- Keputusan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara proporsional hingga 26 Juni mendatang, disesalkan pemilik maupun pengelola tempat wisata di Kabupaten Cianjur.

Penyesalan tersebut diakibatkan Pemkab Cianjur menunda pembukaan tempat wisata, lantaran keputusan perpanjangan PSBB secara proporsional selama 14 hari ke depan.

Joni Efriadi pemilik cottage, restoran dan wisata alam The Jhons mengatakan, penundaan pembukaan tempat wisata bukan solusi atau landasan berhentinya Covid-19. 

AYO BACA : Penggerak Pariwisata Tasikmalaya Sambut Baik Pembukaan Obyek Wisata

“Pertanyaan saya, ditundanya pembukaan tempat wisata jadi acuan berhentinya Covid 19? Saat ini kondisinya orang makin stres di rumah dan ekonomi tidak berjalan,” tegas Joni pada Ayobandung.com saat dihubungi melalui telepon, Senin (15/6/2020).

Joni mengkhawatirkan, tidak adanya ruang terbuka seperti tempat wisata alam bisa menjadikan orang stres dan selanjutnya bisa berbuat kejahatan.

“Agama mengajarkan kita harus kuat menghadapi cobaan seperti pandemi Covid 19 ini, kita tidka boleh pasrah dan berusaha semaksimal mungkin. Allah tidak suka umatnya menyerah,” katanya.

AYO BACA : PSBB Kota Bandung Diperpanjang, Tapi Ada Pelonggaran

Ketua PHRI Kabupaten Cianjur, Nano Indrapraja mengatakan penundaan tempat wisata bukan solusi yang tepat, karena adanya keputusan Gubernur Jawa Barat memperpanjang PSBB secara proporsional selama 14 hari ke depan.

“Penundaan pembukaan tempat wisata ini sangat berdampak pada tingkat hunian jotek dan juga kunjungan ke restoran, karena ini merupakan rantai parawisata,” kata Nano pada Ayobandung.com.

Plt Bupati Cianjur, Kapolres, Dandim dan pihak lainnya sudah memberi semangat pada kami untuk bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid 19. Bahkan kami disuruh bersiap-siap dengan mengadakan simulasi pembukaan tempat wisata dengan menjalankan protokol kesehatan.

“Saya menyesalkan adanya perpanjangan PSBB secara proporsional berdampak pada penundaan pembukaan tempat wisata, sebarusnya di buka saja dengan segala persyaratan kesehatan,” pungkasnya. (M Ikhsan)

AYO BACA : Hore! Wisata di Lembang Beroperasi Kembali, Tapi…

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar