--> -->

Protokol Kesehatan Ketat, Begini Aturan Memasuki Mal di Kota Bandung

  Senin, 15 Juni 2020   Budi Cahyono
Mulai hari ini, Senin (15/6/2020), 23 mal di Kota Bandung mulai kembali beroperasi secara terbatas.

AYO BACA : Senin Ini Mal di Jakarta Dibuka Terbatas

AYO BACA : Wali Kota Surabaya Pingsan Saat Pimpin Rapat, Kini Dirawat di Rumah Dinas

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Mulai hari ini, Senin (15/6/2020), 23 mal di Kota Bandung mulai kembali beroperasi secara terbatas. Pemerintah Kota Bandung mewajibkan seluruh mal dan pusat perbelanjaan lainnya untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Seperti di Bandung Indah Plaza, misalnya. Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, mal yang terletak di Jalan Merdeka tersebut telah menyediakan tempat cuci tangan dengan pijakan kaki di luar pintu masuk lobi utama.

Setelah cuci tangan, pengunjung yang akan masuk diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan kembali dengan hand sanitizer yang dilengkapi sensor. Pengunjung kemudian diminta maju satu langkah untuk mendapat pengukuran suhu dan perekaman wajah otomatis menggunakan sensor kamera.

"Bila suhu tubuh di atas 37,5 derajat kami larang untuk masuk ke area mal dan kami sarankan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat," ungkap Marketing Communication Manager BIP Aditia Fahmi.

Mal tersebut juga memiliki penghitung jumlah pengunjung otomatis. Sehingga, bila kapasitas pengunjung di dalam mal telah lebih dari 30%, maka pengunjung yang masih berada di luar tidak diperkenankan masuk.

Di siang hari, mal tersebut nampak mulai beraktivitas seperti biasa dengan seluruh karyawan tenan mengenakan APD berupa masker, face shield dan sarung tangan yang disediakan masing-masing perusahan. Kepadatan mal memang terpantau cukup jauh lebih sepi dibanding hari-hari normal.

"Tenan yang masih tutup itu area salon, area permainan anak, bioskop dan tenan entertainmen lainnya. Mereka tidak diizinkan beroperasi untuk sementara," ungkapnya.

Sementara sejumlah tenan makanan, meskipun mayoritas telah kembali beroperasi, namun belum memperbolehkan makan di tempat. Seluruh makanan yang dijual di BIP dapat diakses lewat layananan take-away.

Aturan serupa juga diterapkan di King's Shopping Center, Jalan Kepatihan. Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, setiap pengunjung yang hendak memasuki area mal akan diminta untuk mencuci tangan menggunakan hand sanitizer dan suhu tubuhnya dicek lewat thermal gun.

Bila suhu tubuh sesuai, maka pengunjung akan diberi stiker penanda. Jarak antar-orang di eskalator dibatasi minimal 2 anak tangga.

Para pegawai tenan pun telah bekerja dilengkapi APD dan tirai pembatas di sejumlah tempat. Maksimal kapasitas pengunjung hanya 30%-35% dari kapasitas normal.

"Tenant yang beroperasi juga kurang dari 50% dari total tenant yang ada. Kalau ada tenant yang tidak disiplin kita akan larang beroperasi sampai protokolnya sudah siap," ungkap General Affair King's Shopping Center, Yoel Malkhia.

Seperti BIP, King's juga memiliki sistem penghitung jumlah pengunjung yang memasuki area mall dalam satu waktu. Bila melebihi kapasitas, maka pihak kemanan akan menahan pengunjung agar tidak memasuki area mal.

Sementara Bandung Electronic Center (BEC), Jalan Punawarman, mengharuskan setiap pengunjung yang akan memasuki area mal untuk mengisi formulir digital. Formulir tersebut dapat diakses melalui QR code yang dipasang di depan pintu masuk.

Formulir tersebut berisi data nama dan nomor kontak pengunjung untuk memudahkan pelacakan. Selain itu, dalam formulir tersebut juga terdapat penjelasan mengenai protokol kesehatan yang harus ditaati pengunjung selama mengunjungi BEC.

Selain jumlah pengunjung, jam operasional seluruh mal juga dibatasi. Bila di hari-hari biasanya mal bisa buka hingga pukul 22.00, saat ini seluruh mal beroperasi mulai dari pukul 10.00-20.00. (Nur Khansa)

AYO BACA : Berjubel Panjang, Anies Baswedan dan Bima Arya Ikut Antrean Penumpang KRL Bogor

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar