Polisi Temukan Sabu Hijau Asal Belgia di Mojokerto

  Rabu, 17 Juni 2020   Fitria Rahmawati
Kapolres Mojokerto menunjukkan barang bukti narkoba jenis baru yakni sabu warna hijau. (Foto: via Beritajatim.com)

MOJOKERTO, AYOJAKARTA.COM - Kasat Narkoba Polresta Mojokerto, Iptu Hari Siswanto mengatakan, ada temuan sabu berwarna hijau yang disinyalir menjadi barang haram jenis baru. Temuan itu berasal dari pengungkpan sabu asal Belgia, dan kini masih diteliti di laboratorium untuk mengetahui perbedaan dengan narkoba jenis lainnya.

“Masih di laboratorium. Mojokerto kota baru ini ungkap sabu hijau. Berawal dari penangkapan pelaku pertama disita barang bukti sabu warna putih dan dikembangkan ke pemakai dengan barang bukti sabu warna hijau,” ujar Hari, sebagaimana dilansir Beritajatim.com dalam Suara.com - jaringan Ayojakarta.com, Selasa (16/6/2020).

Hari menjelaskan, narkoba hijau tersebut disinyalir tidak diedarkan di Mojokerto, namun hanya transit dan diedarkan di wilayah lain. 

“Para pelaku mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari OXI, namun saat petugas melakukan pengrebekan ke rumahnya, pelaku berhasil melarikan. Dari rumah pelaku diamankan barang bukti berupa sabu seberat 70 gram dan pil doubel L sebanyak 1.000 butir,” ungkapnya.

Dalam penangkapan, polisi berhasil menahan lima tersangka. Sementara satu tersangka melarikan diri. Kelima pelaku tersebut yakni, Zanuar Ega Nanda warga Dusun Segawe, Desa Mojowarno, Muhtadun Yoffi Ardiansyah warga Desa Kemlagi, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Abdul Kholil Anwar, Dian Sulistiono dan Rudiyanto merupakan warga Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Penangkapan yang dilakukannya berhasil menyita 70 gram sabu hijau, dan pil doubel L sebanyak 1.000 butir. 

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan antara lain, sabu seberat 85,564 gram warna hijau dan putih, satu bungkus bekas rokok Track, dua unit Handphone (HP) merk OPPO.

Satu unit HP merk VIVO, satu pak plastik klip kosong, satu timbangan elektrik, uang tunai sebesar Rp 300 ribu, satu perangkat alat isap sabu dan pil doubel L sebanyak 1.000 butir.

Kelima pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar