Pemeriksaan Spesimen Harian Penuhi Target Presiden

  Kamis, 18 Juni 2020   Fitria Rahmawati
Sebagai ilustrasi tes corona yang didapatkan warga untuk mengetahui penyebaran wabah corona/ Ayosemarang.com: Kemmy Wijaya

RAWASARI, AYOJAKARTA.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, pemeriksaan spesimen dalam 24 jam terakhir telah memenuhi target yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi memberikan target pemeriksaan spesimen sehari mencapao 20 ribu.

Yurianto mengatakan, dalam 24 jam terakhir, Pemerintah RI sudah melakukan pemeriksaan terhadap 20.650 spesimen. Rinciannya, 20.020 spesimen diperiksa dengan metode PCR dan 630 spesimen diperiksa dengan tes cepat molekular (TCM). Secara kumulatif, uji spesimen yang telah dilakukan sebanyak 580.522 unit.

\"Dari jumlah hari ini, kita dapatkan hasil positif sebanyak 1.331 orang,\" ujar Yurianto dalam keterangan pers, Kamis (18/6/2020).

Dengan akumulasi spesimen 580.522 dan jumlah penduduk Indonesia 273 juta orang, maka jumlah pemeriksaan per 1 juta penduduk di Indonesia mencapai 2.126 orang. Artinya, ada 2.126 orang yang dites Covid-19 per 1 juta penduduk di Indonesia.

AYO BACA : Update Covid Kota Bogor: Sembuh 3, Positif 1 Kasus

Namun demikian, capaian Indonesia masih di bawah Malaysia yang sanggup melakukan 20.536 tes per 1 juta penduduk, Vietnam dengan 2.826 per 1 juta penduduk, atau Korea Selatan dengan 22.348 tes per 1 juta penduduk. Kendati target uji spesimen telah tercapai per hari ini, namun konsistensi angka pemeriksaan harus dijaga ke depan, pasalnya uji spesimen di indonesia terbilang fluktuatif.

Kondisi flutuatif angka kuantitatif tersebut dilihat dari rilis yang diterbitkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang membeberkan jumlah pemeriksaan spesimen harian. Pada Minggu (14/6/2020) hingga Senin (15/6/2020) sebanyak 8.776 spesimen. Angka ini jauh di bawah jumlah spesimen yang diperiksa pada Sabtu (13/6/2020) sampai Minggu (14/6/2020), sebanyak 18.760 spesimen.

Petugas Laboratorium Libur

Meski pemeriksaan spesimen sudha dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, namun ada kendala lain yang dihadapi pemerintah. Yurianto mengatakan, ada beberapa laboratorium yang masih menerapkan hari libur sehingga ada target pemeriksaan yang turun. Pihaknya sudah berusaha mendorong agar karyawan laboratorium tidak libur dan terus bekerja.

AYO BACA : Update Corona Indonesia 18 Juni: Kasus Positif Bertambah 1.331

\"Kami sudah berupaya maksimal agar seluruh lab tidak berhenti beroperasi meski di hari libur. Namun ternyata beberapa lab di rumah sakit dan beberapa lab di perguruan tinggi masih menerapkan hari libur. Sehingga pemeriksaan menurun,\" jelas Yurianto dalam keterangan pers, Senin (15/6/2020).

Kendati jumlah spesimen yang diperiksa mengalami penurunan, jumlah kasus positif Covid-19 baru yang diumumkan hari ini justru meningkat. Dari pemeriksaan yang berlangsung sejak Minggu hingga Senin, tercatat ada 1.017 kasus positif baru. Angka ini jauh lebih banyak ketimbang jumlah penambahan pada Sabtu-Minggu sebanyak 857 orang.

Menurut data Gugus Tugas, sampai pekan lalu terdapat 147 laboratorium rujukan yang memiliki kemampuan melakukan uji spesimen dengan tes cepat molekular atau PCR. Pemerintah memang sedang berupaya mengejar jumlah tes spesimen mencapai 20.000 per hari, sesuai dengan target yang dipatok Presiden Jokowi.

Yurianto menegaskan bahwa Gugus Tugas pusat telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan di provinsi-provinsi yang angka kasusnya masih tinggi untuk menggencarkan pelacakan kontak. Pelacakan kontak ini dilakukan dengan cara mengetes seluruh pihak yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19.

\"Semua kasus kontak positif dengan orang yang kita rawat kita lakukan tarcing dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan. Angka ini yang berkontribusi cukup besar di dalam capaian hasil yang didapat hari ini,\" jelasnya. 

AYO BACA : 160 Pedagang Sunan Giri dan Sekitarnya Ikut Tes Swab

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar