Petugas Lapas di Bandung Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Bungkus Deodoran

  Selasa, 23 Juni 2020   Budi Cahyono
[Ilustrasi] Petugas Lapas di Bandung gagalkan penyelundupan narkoba lewat bungkus deodoran

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Petugas rumah tahanan (rutan) Kebonwaru Kota Bandung berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu dan tembakau gorila, Senin (22/6/2020) malam. Barang tersebut diselundupkan dengan menggunakan bungkus makanan ringan hingga deodoran oleh salah seorang pengunjung rutan.

Kadivpas Kanwil Kemenkumham Jabar Abdul Aris mengatakan, barang tersebut dititipkan oleh pengunjung tersebut untuk salah seorang narapidana di rutan Kebonwaru. Petugas yang berjaga kemudian mencurigai isi dari barang titipan tersebut.

"Penyelundupan narkotika dilakukan dengan cara dimasukkan ke dalam bungkus snack dan deodorant oleh pelaku," ujar Aris saat dihubungi, Selasa (23/6/2020).

Ia mengatakan, dalam bungkus makanan ringan dan deodoran tersebut terdapat empat buah paket berisi tembakau gorila. Selain itu, ada pula satu bungkus paket berisi narkotika jenis sabu seberat 5 gram beserta alat hisap yang masih terbungkus plastik.

"Orang yang menitipkan (paket) sudah dideteksi, saat ini sedang dalam pencarian aparat berwenang," ungkapnya.

Setelah berhasil mengindentifikasi barang terlarang tersebut, pihak rutan kemudian berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Barat dan Satnarkoba Polrestabes Bandung. Mereka lantas menindaklanjuti temuan tersebut.

"Kami melapor pada pihak erwajib untuk dilakukan penyelidikan. Pihak Kemenkumham Jabar terus berupaya mencegah peredaran narkoba dan melakukan deteksi dini," jelasnya.

Selain itu, Kepala rutan Kebonwaru Bandung Riko Stiven mengatakan, sebagai tindak lanjut pihaknya membawa napi berinisial A sebagai penerima paket untuk dimintai keterangan. Napi A kemudian mengaku bahwa barang tidak hanya digunakan untuk konsumsi pribadi, namun juga untuk dijual kemabli pada napi lainnya.

"Ia mengaku memang dipesan dari seseorang. A adalah terpidana kasus pencurian disertai pemberatan dengan hukuman penjara 7 bulan. Dalam waktu satu bulan ke depan akan keluar," ungkap Riko. (Nur Khansa)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar