Bertambah 154, Positif Covid-19 di Jakarta Capai 10.277 Kasus

  Rabu, 24 Juni 2020   Khoirur Rozi
[ilustrasi] Bertambah 154, Positif Covid-19 di Jakarta capai 10.277 kasus

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM -- Positif Covid-19 di DKI Jakarta bertambah 154 kasus dalam kurun waktu 24 jam. Sehingga total positif Covid-19 di Ibu Kota mencapai 10.277 kasus.

Dari jumlah positif itu, 5.322 orang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sementara korban meninggal sebanyak 628 orang.

AYO BACA : Panglima TNI Dukung Uji Klinis Terapi Secretom bagi Penderita Covid-19

"Sampai dengan hari ini kami laporkan, 1.349 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.978 orang melakukan self isolation di rumah," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, Rabu (24/6/2020).

Selanjutnya Dwi menyampaikan data Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang berjumlah 24.910 orang. Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 17.008 orang.

AYO BACA : Tutup CFD Sudirman - Thamrin, Dishub DKI Siapkan 32 Lokasi Pengganti

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR, dengan membangun Laboratorium Satelit COVID-19, berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu dan RSUD Duren Sawit sejak 9 April 2020 dan membangun jejaring dengan 41 laboratorium pemeriksa COVID-19.

Secara kumulatif, pemeriksaan PCR sampai dengan 23 Juni 2020, sebanyak 263.673 sampel. Pada 23 Juni 2020, dilakukan tes PCR pada 4.966 orang, 3.909 di antaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 154 positif dan 3.755 negatif.

Data terakhir yang disampaikan Dwi adalah pemeriksaan rapid test. Total sebanyak 212.329 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif COVID-19 sebesar 4 persen, dengan rincian 7.394 orang dinyatakan reaktif COVID-19 dan 204.935 orang dinyatakan non-reaktif.

Untuk kasus reaktif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR. Jika hasilnya positif, maka akan dirujuk ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah.

AYO BACA : Berisiko Tinggi, Pemprov DKI Jakarta Diminta Tiadakan CFD

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar