Banyak Aduan Soal PPDB ke KPAI, Zonasi Usia Paling Mendominasi

  Senin, 29 Juni 2020   Fitria Rahmawati
(ILUSTRASI) Sejumlah orang tua siswa saat melaksanakan aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6/2020). Pada aksi tersebut mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menghapus prioritas usia dalam aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta. Republika/Putra M. Akbar (FOTO : Republika/Putra M. Akbar)

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan, banyak aduan yang diterima pihaknya dalam persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dari seluruh Indonesia.

Retno mengaku sudah menerima 75 aduan sejak 27 Mei hingga 28 Juni 2020. Dirincikan dia, 49 pengaduan atau 63,33% di antaranya berasal dari DKI Jakarta dan sisanya dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Lampung, Kalimantan Tengah dan Sumatra Utara.

Aduan tersebut, lanjutnya, berupa masalah teknis 21,33%, kebijakan 78,67%. Dari masalah kebijakan, 6,67% di antaranya terkait masalah domisili atau Kartu Keluarga (KK), 2,67% tentang masalah jalur prestasi, 1,33% masalah perpindahan orang tua dan juga dugaan ketidaktransparanan PPDB di suatu sekolah.

AYO BACA : PPDB SMP Ngeri Kota Tangerang Berebut 10.600 Kursi

Perkara teknis, kata Retno, para pengadu melaporkan masalah server yang lambat sehingga berdampak pada keterlambatan verifikasi data, kemudian calon peserta didik yang salah mengisi data saat mendaftar online dan ada juga yang mencurigai transparansi panitia PPDB.

Kemudian, orangtua siswa juga melaporkan bahwa pendaftaran di luar jaringan (luring) ternyata tidak menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan jaga jarak.

Sementara itu, dari pengaduan di DKI Jakarta yang didominasi keberatan para orang tua atas kriteria usia, Retno mengatakan, sebagian besar orang tua menyampaikan kesedihan mereka karena anak-anak mereka terpukul secara psikologis karena tidak diterima di semua sekolah negeri pada jalur zonasi karena usianya muda.

AYO BACA : PPDB DKI Jakarta Jalur Prestasi Dibuka Awal Juli

Padahal, rumah mereka, katanya, dekat dengan sekolah yang dituju. Dia mencontohkan salah satu calon siswa di Cipinang Muara yang tidak diterima di semua SMPN di lingkup zonasi daerah tersebut. Padahal di zona itu ada 24 sekolah. Sementara saat mendaftar, calon siswa tersebut berusia 12 tahun 5 bulan dan 5 hari.

KPAI menyatakan bahwa berdasarkan penjelasan Dinas Pendidikan DKI Jakarta usia tertua calon siswa yang diterima di zonasi SMP Cipinang Muara adalah 14 tahun 11 bulan. Sedangkan yang termuda adalah 12 tahun 5 bulan 8 hari

Sementara usia normal masuk SMP sesuai dengan wajib belajar SMP adalah tahun 13 tahun. Jadi, mereka mengatakan bahwa usia yang diterima di sekolah-sekolah tersebut pada dasarnya masih dalam batas normal. 

"Artinya, anak-anak yang diterima masih anak usia sekolah di bawah usia maksimal yang dipersyaratkan dalam peraturan pemerintah," katanya

Kemudian, Retno menyampaikan ada juga laporan bahwa PPDB di Kota Bogor tetap menggunakan kriteria nilai raport, yang pada dasarnya tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud).

AYO BACA : Cara Cetak Ulang Bukti Pendaftaran PPDB Online 2020

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar