Ganjil Genap Pasar di Jakarta Ditiadakan

  Rabu, 01 Juli 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi pasar/ Suara.com

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya meniadakan ganjil genap di pasar selama masa pandemi. Pasalnya kebijakan tersebut menuai protes banyak pedagang dan dianggap merugikan, terutama pedagang sayuran.

Tak hanya meniadakan ganjil genap, jam operasional pasar juga dikembalikan seperti semula.

"Jam operasinya akan dikembalikan normal, ganjil genap ditiadakan," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/7/2020).

AYO BACA : Anies Baswedan Tak Persoalkan Skor Fasilitas Kesehatan Jakarta Menurun

Kendati demikian, pihaknya lebih memilih untuk mengendalikan jumlah pembeli yang datang ke pasar. Jumlah orang yang ingin belanja di pasar hanya boleh 50 persen dari total kapasitas.

"Jadi jumlah orang masuk pasar tidak boleh lebih dari 50% kapasitas pasar," jelasnya.

Nantinya petugas di lokasi disebutnya akan menghitung dan membatasi jumlah orang yang masuk. Selain itu dengan penambahan jam operasional, maka jumlah pembeli tak akan menumpuk.

AYO BACA : Anies Perpanjang PSBB Transisi Jakarta 14 Hari ke Depan

"Ini dikendalikan dengan petugas yang ditempatkan di pintu masuk pasar, untuk mengendalikan jumlah orang dalam satu waktu," pungkasnya.

Sebelumnya pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif menentang aturan ganjil-genap pasar yang diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Menurutnya pengaturan tersebut hanyalah omong kosong.

Syahrizal memang menganggap pasar sebagai salah satu tempat paling rentan tertular virus corona Covid-19. Namun yang berisiko adalah pedagangnya, bukan pembelinya.

Ia beranggapan peraturan ganjil genap yang membatasi jumlah pedagang tak berpengaruh terhadap ramainya pengunjung. Para pembeli tetap berdatangan ke pasar meski jumlah pedagang dikurangi.

"Jadi saya gak begitu setuju ya ada ganjil genap. Itu omong kosong karena orang rame yang perlu diperhatikan pembelinya bukan penjualnya," ujar Syahrizal saat dihubungi suara.com, Senin (16/6/2020).

AYO BACA : Bertambah 204 Kasus, Positif Covid-19 di Jakarta Menjadi 11.482

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar