Anggota Ombudsman RI Sebut Rapid Test Jadi Komoditas Bisnis

  Kamis, 02 Juli 2020   Fitria Rahmawati
Berbagai tawaran rapid test dengan harga terjangkau untuk bisa melakukan penerbangan/ instagram: @alvinlie21

CENGKARENG, AYOJAKARA.COM - Banyak potret yang menjadikan rapid test kini hanya menjadi ladang bisnis bagi bidang terkait yang mewajibkan masyarakat menjalankan tes tersebut. Hal itu disoroti oleh anggota Ombudsman RI, Alvin Lie.

Alvin mengunggah beberapa potret rapid test yang ditawarkan berbagai klinik dan maskapai untuk melancarkan calon penumpang bisa melakukan penerbangan. 

Tak dipungkiri, Indonesia mewajibkan masyarakat yang akan melakukan penerbangan memilki dokumen perjalanan seperti surat bebas covid-19, dokumen surat dinas, hingga Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) wilayah di DKI Jakarta. Itu semua sebagai syarat untuk memberi keterangan bahwa yang bersangkutan bebas dari keterjangkitan corona.

Namun, peraturan tersebut dimanfaatkan sejumlah lini untuk mencari keuntungan. Tawaran menarik dengan harga murah untuk bisa rapid test pun dilancarkan maskapai penerbangan untuk memudahkan calon penumpangnya bisa mencapai kota tujuannya. Mulai dari Lion Air yang membanting harga Rapid test hanya Rp95.000, Citilink yang menggratiskan rapid test jika menggunakan jasa penerbangan tersebut, serta RS Pertamedika Group penaung Garuda Sentra Medika yang menawarkan Rapid Test Rp225.000 dan PCR Rp1,5 juta.

AYO BACA : Pasien Positif Covid-19 Naik Garuda Indonesia Rute Jakarta-Sorong

Potret lain yang dibagikan Alvin yakni drive thru rapid test yang sedang proomo di Bandara Soekarno hatta Cengkareng. Potret itu dibagian Alvin saat ia melintas di bandara tersibuk itu pada 1 Juli di instagram @alvinlie21.

Lewat kicauannya di Twitter, Alvin juga menyoroti adanya spanduk terkait rapid test yang diduga terpasang di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Ia menyebut bahwa isi dari spanduk tersebut mengisyaratkan bahwa rapid test ada indikasi jadi ajang untuk bisnis.

"Satu lagi indikasi bahwa uji Covid-19 sudah jadi komoditas bisnis. Drive Thru, Rapid Test, Harga Promo, terlihat di kawasan Bandara Soekarno-Hatta siang tadi," tulisnya.

Kepada wartawan, Alvin bahkan menyebut bahwa Rapid Test hanya sebagai bentuk formalitas saja.

Itu juga dibuktikan dengan lolosnya satu penumpang Garuda Indonesia positif covid-19 yang melakukan penerbangan dengan nomor GA 682 rute Jakarta Bandara Soetta ke Bandara Domine Eduard Osok Sorong 27 Juni silam.

AYO BACA : Pemerintah Butuh 1 Juta PCR Kit untuk Diagnosa Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar