HARI RAYA IDULADHA: Tips Membeli Hewan Kurban Secara Online Di Tengah Pandemi Covid-19

  Minggu, 05 Juli 2020   Eries Adlin
Ilustrasi/disnakkeswan.pemprovjateng

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Perayaan Hari Raya Iduladha 2020 tentunya bakal berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 lah penyebabnya. Dengan pemberlakuan protokol kesehatan, sebagian umat Islam lebih memilih membeli hewan kurban secara online. Begitu juga dengan penjual. Kira-kira, apa saja ya tips yang disarankan tentang hal itu?

Tentu, tips terkait dengan urusan membeli hewan kurban secara online di tengan pandemi Covid-19 ini pertama kali berbicara tentang ketentuan syariat. Oh, ya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menetapkan bahwa Hari Raya Iduladha akan jatuh bertepatan dengan 31 Juli 2020. Sementara itu, organisasi massa Islam Nahdlatul Ulama (NU) belum mengeluarkan keputusan.

Berikut ini tips membeli hewan kurban secara online di tengah pandemi Covid-19 yang dikumpulkan dari berbagai sumber:

1. Hewan kurban harus sesuai dengan syariat.

Berikut ini ringkasan penjelasan dalam artikel yang dimuat di laman resmi milik NU, nu.or.id, terkait dengan hal tersebut:

Pertama, hewan kurban harus dari hewan ternak; yaitu unta, sapi, kambing atau domba.  Atau hewan sejenis sapi seperti kerbau karena hakikatnya sama dengan ternak yang diperbolehkan untuk berkurban.

Kedua, usianya hewan ternak sudah mencapai umur minimal yang ditentukan syariat. Umur hewan ternak yang boleh dijadikan hewan kurban adalah seperti berikut ini;

Unta minimal berumur 5 tahun dan telah masuk tahun ke 6.

Sapi minimal berumur 2 tahun dan telah masuk tahun ke 3.

Kambing jenis domba atau biri-biri berumur 1 tahun, atau minimal berumur 6 bulan bagi yang sulit mendapatkan domba yang berumur 1 tahun.

Bagi kambing biasa (bukan jenis domba atau biri-biri, semisal kambing jawa), maka minimal berumur 1 tahun dan telah masuk tahun ke 2.

Ketiga, hewan kurban terbebas dari aib atau cacat, sehingga bisa mengurangi kesempurnaan pelaksanaan ibadah kurban. Di dalam nash Hadits ada ada empat cacat yang disebutkan:

AYO BACA : HARI RAYA IDULADHA: Muhammadiyah Tetap Sarankan Shalat Id Di Rumah

‘Aura’ (Buta sebelah) yang tampak terlihat jelas.

‘Arja’ (Kepincangan) yang tampak terlihat jelas.

Maridhah (Sakit) yang tampak terlihat jelas.

‘Ajfa’ (kekurusan yang membuat sungsum hilang).

Jika hewan kurban terkena salah satu atau lebih dari empat macam aib ini, maka hewan tersebut tidak sah dijadikan sebagai hewan kurban, dikarenakan belum memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh syariat Islam.

Dengan demikian seseorang yang akan berkurban hendaklah memilih hewan kurban yang memiliki kondisi fisik sehat, tidak sakit, tidak pincang, tidak buta sebelah matanya, dan tidak kurus tak bersumsum.

Selain empat cacat diatas, sebagian ulama ada yang menambahkan hewan kurban yang anggota badannya ada yang terpotong, misalnya kuping, ekor atau anggota badan yang lain, tidak sah menggunakan hewan tersebut sebagai kurban. Sementara itu untuk hewan yang patah tanduknya atau hewan yang belum tumbuh atau juga tidak bertanduk maka boleh dijadikan hewan kurban, karena hal ini tidak mengurangi daging hewan kurban.

2. Carilah penjual hewan kurban yang berpengalaman. Lebih baik memilih penjual dengan track record tidak pernah bermasalah meski harganya lebih mahal ketimbang bertransaksi dengan penjual yang belum memiliki pengalaman.

Membeli hewan kurban bukan sekadar jual beli biasa karena ada persyaratan syariat di situ. Tentu lebih baik lagi kalau penjualnya sudah kalian kenal lebih dulu.

3. Meminta foto dan data-data hewan yang hendak dijadikan kurban. Foto terkini tersebut harus memberikan gambaran tentang kondisi hewan baik secara utuh maupun per bagian misalnya organ gigi, kaki, mata, telinga.

Data yang harus diketahui adalah tentang bobot hewan kurban. Kalau dimungkinkan, mintalah kepada penjual bukti keras bahwa hewan ternak itu memiliki berat tertentu.

4. Kalian bisa juga memilih menyalurkan hewan kurban kepada lembaga-lembaga yang memang mengurusi hal tersebut seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Kalian tinggal membayar saja harga hewan kurban yang telah ditentukan oleh institusi tersebut secara online. Segala urusan tentang pemenuhan ketentuan syariat, penyembelihan, sampai penyaluran akan ditangani oleh Baznas.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar