ANAK PANCONG: Mukadimah (2)

  Rabu, 08 Juli 2020   Eries Adlin
Laksamana Muda TSNB Hutabarat/Istimewa

Oleh TSNB ‘Ucok-Cokky’ Hutabarat

Laksamana Muda Badan Keamanan Laut (Bakamla)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Waktu terus bergulir, Anak Pancong dari generasi pendiri hingga penerus mengalir terus. Pada saat kami berkumpul, kami bisa berbaur, tidak membedakan status sosial. Tidak membedakan suku atau agama. Bahkan akhirnya seakan kami lupa bahwa kami berasal dari SMP dan SMA yang berbeda. Yang paling unik adalah rasa menghargai satu sama lain tetap tercipta.

Generasi penerus tetap bertenggang rasa dengan generasi sebelumnya dan generasi lama tidak usil apabila ada di antara generasi penerus yang terkadang overacting atau berperilaku seenaknya. Biasanya, generasi penerus yang ‘ngocol’ tersebut adalah para pendatang; teman-teman dari Anak Pancong generasi baru.  Seperti yang saya katakan tadi, ada ke-bhineka tunggal ika-an dalam versi unik di antara Anak Pancong, sehingga kami secara alamiah menjadi personal yang fleksibel.

Kini, kebanyakan dari kami sudah berkeluarga, membina keluarga masing masing, menyebar di dalam dan luar negeri.  Ada yang masih terlihat muda seperti masa-masa SMA, ada pula yang sudah banyak berubah ditelan usia. Bahkan sebagian dari kami ada yang telah mendahului berpulang ke pangkuan-Nya. Walau usia kami sudah tidak lagi muda, namun jiwa dan semangat kami masih tetap sama. Jika dulu kami menyebar untuk menuntut ilmu di antara universitas dan lembaga-lembaga pendidikan, maka kini kami menyebar untuk berkarya di antara perkantoran dan berbagai bidang kerja. Ada di antara kami yang saat ini menjadi pengusaha, bankir, politikus, wartawan, dosen, wakil rakyat, pejabat pemerintah dan militer.

Kini, kami tak lagi menggunakan kafe Pancong sebagai ‘information center. Teknologi telah mengubah segalanya, ada smartphone yang bisa dijadikan sarana perantara. Media sosial kini menjadi penghubung utama. Kesibukan dan rutinitas menjadikan kami harus fokus dengan urusan kami masing-masing, ditambah lagi, kemacetan kota Jakarta menjadikan kami enggan untuk membuang waktu dengan sia-sia, karena saat ini, keluarga masing-masing menjadi prioritas yang paling utama.

Reuni, buka puasa bersama, atau pertemuan-pertemuan yang tak sengaja, kini menjadi bentuk pertemuan kami. Walau sangat tidak diharapkan, berita duka kerap menjadi sarana berkumpulnya Anak Pancong. Manakala kami berkumpul bersama maka sebagaimana layaknya dulu, kami merasa menjadi muda kembali, cerita lucu, dan pengalaman lalu dibahas dan diulang kembali. Ada gelak tawa yang sama, ada senda gurau yang tidak berbeda.

AYO BACA : ANAK PANCONG: Mukadimah (1)

Rasa persaudaraan dalam bentuk persahabatan pun tetap tercipta. Di usia yang tidak lagi muda, kini kami hanya berupaya untuk terus berkarya mengisi waktu yang ada. Walau kondisi kami sejak dulu dan hingga kini saling berbeda, tapi ada yang tetap sama; kami menyimpan kenangan yang tak  akan terlupa. Di kafe Pancong tempatnya, disaksikan sepasang orang tua pemilik kedai kopi yang telah lanjut usia, kami melewati masa-masa remaja dalam suka dan duka. Sebagaimana harapan semua orang telah memiliki keluarga, kami berharap dan berdoa semoga generasi penerus kami, anak dan cucu-cucu kami menjadi generasi yang lebih baik dari kami semua.

Segala yang kami lakukan dan rasakan akan menjadi kenangan kami bersama, sedangkan segala yang telah kami tuangkan pada buku ini akan menjadi cerita yang dapat diketahui generasi penerus kami. Akhirnya, semua passal pada buku ini dipersembahkan untuk Anak Pancong dan rekan sejawat yang telah mendahului, berpulang ke pangkuan-Nya. Semoga diampunkan segala khilaf, diterima segala amal dan ibadahnya. Amin.

Dalam penerbangan Jakarta–Medan April 2018

****

TSNB Hutabarat sekarang menjabat Deputi Operasi dan Latihan Badan Keamanan Laut (Bakamla) dengan pangkat Laksamana Muda. Perwira tinggi Angkatan Laut lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1989 ini lebih sering dipanggil dengan panggilan Cokky. Dia merupakan lulusan SMP Negeri 74 dan SMA Negeri 31, keduanya di Jakarta Timur.

Di Angkatan Laut, jenderal berbintang dua ini sempat menduduki jabatan prestisius seperti Kepala Staf Komando Armada 1, Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) dan Komandan Gugus Tempur Laut (Guspurla) Komando Armada Barat.

Anak band semasa SMP dan SMA dengan  grup favorit Queen ini juga aktif di lapangan basket  dan kegiatan kepramukaan. Cokky menjadi orang di balik penerbitan buku Anak Pancong: Semoga Yang Tersisa Makin Bermakna.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar