Dua Hari Beroperasi, Pengemudi Ojol Keluhkan Pelanggan Masih Sepi

  Jumat, 10 Juli 2020   Firda Puri Agustine
Ojek online di Bekasi bisa kembali angkut penumpang/ Firda

KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM – Pelonggaran PSBB di Kota Bekasi membolehkan ojek online (ojol) kembali beroperasi dan bisa mengangkut penumpang. Namun, dua hari belakangan pasca dibolehkan beroperasi, para pengemudi tak juga mendapatkan orderan dengan jumlah yang signifikan.

Sunarno, seorang pengemudi ojek online (ojol) mengaku dia baru mendapat tiga penumpang sejak kemarin hingga siang ini. Rute antarnya pun tidak lebih dari lima kilometer. Praktis, uang yang dibawa pulang belum sesuai harapan.

“Masih sepi sih dari kemarin. Saya dua hari juga baru dapat tiga penumpang. Kalau ditotalin hampir Rp 50 ribu,” kata Sunarno kepada Ayobekasi.net bagian dari Ayo Media Network, Jumat (10/7/2020).

Awalnya, ia merasa senang karena bisa kembali mengangkut penumpang di Kota Bekasi. Namun, melihat kenyataan yang ada, Sunarno hanya bisa gigit jari.

AYO BACA : Hore! Pemkot Beri Izin, Warga Bekasi Bisa Naik Ojol Lagi

“Mungkin harus lebih sabar lagi, maklumi aja kan baru kemarin dibuka lagi (layanan penumpang),” ujarnya.

Kalau Sunarno masih bisa mendapat tiga penumpang, lain halnya dengan Marsudi, pengemudi ojol lain yang mengaku belum mendapat penumpang sama sekali. Satu-satunya order yang masuk adalah permintaan mengirim barang.

“Dari kemarin baru kirim barang aja satu ke Tambun. Belum dapat yang penumpang,” kata dia.

Namun, Marsudi tidak putus harapan. Izin yang diberikan Pemkot Bekasi untuk beroperasi membawa penumpang jadi harapan tersendiri. Keadaan akan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

AYO BACA : Wali Kota Bekasi, Penumpang Pertama Naik Ojol dengan Fitur Baru

“Yang penting udah dibolehin dulu deh angkut penumpang-nya. Nanti juga lama-lama ramai lagi,” ujarnya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan bahwa pihaknya menyadari kebutuhan warga Bekasi dan mitra pengemudi ojek online yang sempat terhambat gara-gara pandemi Covid-19. Untuk itulah, ia akhirnya mengizinkan Grab dan Gojek mengaktifkan kembali layanan motor khusus penumpang.

“Saya melihat warga saya ini butuh sebuah kegiatan ekonomi untuk menunjang pendapatan ekonomi keluarganya.Jadi, kalau terus menerus takut dengan virus lama-lama bisa terkapar. Yang penting bagaimana kita bisa produktif dan aman Covid-19,” katanya.


Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal Covid-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.

Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
 
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

AYO BACA : Sebelum Ngojek, Penumpang dan Pengemudi Wajib Sepakati Deklarasi Kesehatan dan Kebersihan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar