Sekolah di Kota Bekasi Kembali Dibuka, Orang Tua Tak Setuju

  Jumat, 10 Juli 2020   Firda Puri Agustine
Sebagai ilustrasi/ Siswa kelas sembilan mengikuti tes wajib virus corona di sebuah sekolah di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (14/5/2020). Foto: EPA-EFE / PENG NIAN

KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Kehawatiran orang tua siswa jika sekolah di Kota Bekasi kembali dibuka semakin bertambah. Pasalnya hingga kini belum ada tanda adanya penurunan kasus Positif Covid-19 di Indonesia, namun kasus tersbut justru kian meningkat.

Kehawatiran itu kian menjadi saat Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi alias Pepen akan membuka sekolah pada 13 Juli mendatang. Pepen mengatakan sekolah bisa kembali dibuka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 

“Kalau bisa jangan dulu deh kasih izin masuk ke sekolah. Kalau dia bilang di Bekasi sudah aman Covid-19, itu kan dari data yang kena sama sembuh, bukan deteksi virusnya sendiri. Virus ini enggak keliatan, siapa yang tahu dia ada di mana. Sementara anak-anak ini paling rentan kena,” kata salah satu orang tua siswa, Raihana kepada Ayobekasi.net bagian dari Ayo Media Network, Jumat (10/7/2020).

Untuk itulah, Raihana meminta Pepen untuk membatalkan rencana tersebut karena hanya akan menambah risiko dan memperburuk keadaan. Lain halnya apabila kasus Covid-19 di Indonesia sudah menunjukkan laju penurunan.

AYO BACA : Orangtua Siswa Buka Kedok Ditawari Praktik Curang Pindah KK Demi Masuk Sekolah Unggulan

Hal senada dikatakan Masita, orangtua siswa di Bekasi Timur yang sangat khawatir apabila kedua anaknya kembali belajar di sekolah. Apalagi, WHO baru saja membuat pernyataan bahwa virus corona bisa ditularkan melalui udara.

“Menurut saya agak aneh kebijakan yang dikeluarkan itu (mengizinkan pembukaan sekolah). Jangan alih-alih new normal, kita tutup mata sama fakta yang ada sekarang,” ujarnya.

Lagipula, menurut dia, pihak sekolah tidak mengalami kerugian apa-apa jika anak-anak didiknya tetap belajar secara daring dari rumah. Toh, ia tetap mengeluarkan biaya bulanan.

“Orang-orang masuk kerja lagi karena alasan ekonomi oke-lah apa boleh buat. Nah, ini sekolah tiap bulan tetap bayar normal kok, kenapa ngotot banget maksain anak-anak ke sekolah? Malah bikin mereka terancam kena Covid-19,” kata Masita.

AYO BACA : Pepen Klaim Zona Hijau, Sekolah di Kota Bekasi Dibuka 13 Juli 2020

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar