Zona Hijau Corona Indonesia Menurun

  Selasa, 14 Juli 2020   Fitria Rahmawati
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (Foto: Istimewa)

RAWASARI, AYOJAKARTA.COM - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengklaim ada penurunan zona hijau penularan virus corona di Indonesia pada data yang terakhir dianalis pada 12 Juli 2020.  

Dari perbaharuan itu, kata Wiku, tercatat 102 kabupaten/kota atau 19,84% masuk dalam zona hijau pandemi. Angka tersebut menunjukkan penurunan dari pekan sebelumnya, yakni 104 kasus.

"Hal ini menunjukkan bahwa zonasi ini sangat dinamis dan kecenderungannya selama ini untuk selama 7 minggu terjadi peningkatan, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga untuk memastikan zonasi ini makin lama menjadi makin baik," kata Wiku dalam konferensi pers dari Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

102 zona hijau tersebut terdiri dari 48 kabupaten/kota yang tidak ada kasus baru dan 54 kabupaten/kota yang sampai saat ini tidak terdampak corona.

AYO BACA : Ini Istilah Baru Terkait Virus Corona Setelah Menkes Hapus ODP, OTG, dan PDP

Kemudian ada penambahan daerah di zona kuning atau risiko rendah menjadi 204 kabupaten/kota (39,7%), padahal pada pekan lalu per 5 Juli 2020, zona kuning berada di angka 175 daerah.

Lalu 177 kabupaten/kota (34,4%) tercatat masuk dalam zona oranye alias risiko sedang.

Di sisi lain, zona risiko tinggi juga mengalami penurunan yakni sebesar 6,03% atau 31 kabupaten/kota zona merah.

Wiku menyebut daftar lengkap peta zonasi resiko bisa diakses publik secara terbuka di laman covid19.go.id/peta-risiko.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar