JR Conn Dioperasionalkan Cegah Penumpukan Penumpang di KRL

  Selasa, 14 Juli 2020   Khoirur Rozi
Bus JR Conn akan dioperasionalkan guna mengurai penumpukan di stasiun KRL/ instagram

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tengah menyiapkan bus Jabodetabek Residential Connexion (JR Conn). Angkutan ini merupakan alternatif reguler untuk mengurangi penumpukan penumpang di KRL.

Kepala BPTJ, Polana B Pramesti mengatakan, bus JR Conn rencananya mulai beroperasi pada Agustus mendatang. Diharapkan dengan adanya bus ini menjadi solusi mengurai kepadatan di KRL keberangkatan Bogor-Jakarta.

"Masyarakat pelaju Bogor-Jakarta diharapkan bulan depan (Agustus) sudah dapat memanfaatkan angkutan alternatif reguler agar tidak hanya tergantung pada KRL," kata Polana dalam keterangan resminya, Selasa (14/7/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan, Bus JR Conn nantinya akan beroperasi dari titik yang lebih terjangkau dari pemukiman calon penumpang. Artinya, bus ini tidak berangkat dari terminal tertentu. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi penumpukan calon penumpang di stasiun ataupun terminal.

“Bentuk layanan nantinya adalah Bus Jabodetabek Residential Connexion (JR Conn) dengan rute point to point," ujarnya.

Sejauh ini, kata Polana, pemerintah mengerahkan bus gratis untuk mengangkut penumpang KRL yang tak tertampung. Meski cukup mampu mengatasi penumpukan penumpang, penyediaan bus gratis tersebut menurutnya tidak menjadi solusi tetap.

AYO BACA : Mengurangi Waktu Antrean Pengguna KRL, PT KCI Berlakukan Rekayasa Pola Operasional

“Sejak awal kami meluncurkan bus gratis tersebut pada 15 Mei 2020, sudah kami informasikan bahwa, jika kebutuhan terus meningkat dan  muncul demand yang konsisten, tidak menutup kemungkinan akan kami luncurkan layanan bus reguler," jelasnya.

Menurut Polana sudah ada perusahaan operator yang bersedia mengisi layanan reguler ini, dan saat ini sedang melakukan berbagai persiapan.

“Mengingat trayek yang dijalani layanan ini adalah lintas wilayah administratif di Jabodetabek maka perizinannya ada di BPTJ dan kami tentunya akan mempermudah perizinannya,” jelasnya.

Mengenai tarif, Polana menyebut tidak mungkin semurah tarif KRL karena tarif KRL sendiri disubsidi Pemerintah, namun diupayakan masih dalam batas kewajaran dan terjangkau oleh para penumpang.

Nantinya layanan Bus JR Conn ini juga akan konsisten menerapkan protokol kesehatan sehingga kapasitas penumpang dibatasi maksimal 50%, agar ketentuan jaga jarak dapat dipenuhi.

”Aturan protokol kesehataan lainnya seperti pemeriksaan suhu tubuh, penggunaan masker tentu wajib tak hanya bagi pengguna namun juga awak operator, demikian pula unit armada yang digunakan secara rutin harus dibersihkan dengan disinfektan, “ imbuhnya.

AYO BACA : Soal Kepadatan Penumpang KRL, Bima Arya: Bus Gratis Ini Bukan Solusi Permanen

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar