Kebijakan Penutupan Pasar Diklaim Berikan Efek Jera bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

  Sabtu, 25 Juli 2020   Khoirur Rozi
[Ilustrasi] Penutupan pasar saat PSBB. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM -- Penularan Covid-19 di pasar tradisional Jakarta diklaim sudah dapat dikendalikan. Hal itu lantaran para pedagang dan pengunjung pasar sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Tiga minggu lalu pasar itu luar biasa. Tapi sekarang pasar pangan di Jakarta sudah mulai terkendali," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam diskusi virtual yang disiarkan melalui akun YouTube Rakyat Merdeka TV, Sabtu (25/7/2020).

Menurut Anies, kebijakan menutup pasar setelah ditemukan kasus positif memberikan efek jera bagi pedagang yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Sebab, selama pasar ditutup para pegadang kehilangan penghasilan. Pada akhirnya mereka memilih untuk mematuhi protokol pencegahan agar tidak ada yang tertular Covid-19.

"Salah satu sebabnya yang menarik adalah pengalaman pasar ditutup itu traumatik bagi pedagang. Jadi sesudah pasarĀ  ditutup, semua pakai masker. Mereka kapok enggak pengen pasarnya ditutup lagi. Sekarang, kalau ada satu yang gak pakai masker, itu dimarahi orang satu pasar, karena mereka tidak mau pasarnya ditutup lagi," ungkap Anies.

Klaim Anies itu dibantah dengan data dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) yang menyebutkan ada 317 pedagang pasar yang positif Covid-19 per 24 Juli 2020. Angka ini tersebar di 49 pasar di Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Bidang Infokom DPP Ikappi, Reynaldi Sarijowan mengatakan, jumlah kasus pedagang pasar positif Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta masih tertinggi di Indonesia. Bahkan menurutnya ada penambahan kasus cukup tinggi di sejumlah pasar.

"Ada penambahan cukup tinggi di beberapa pasar seperti Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat yakni sebanyak 70 kasus. Kemudian Pasar Kramat Jati sebanyak 49 kasus. Provinsi DKI Jakarta masih tertinggi dengan 317 kasus," kata Reynaldi dalam keterangan resminya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar