Soal Teori Konspirasi Corona, Bima Arya: Berarti Keimanan Kita Kurang Kuat

  Jumat, 31 Juli 2020   Fitria Rahmawati
Wali Kota Bogor, Bima Arya/ Ayobogor.com: Husnul Khatimah

KOTA BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Banyak teori konspirasi mengenai wabah corona yang kini diyakini sebagian masyarakat kebenaran. Tak jarang tokoh publik yang terkenal pun ikut mempercayai konspirasi dan justru seolah menantang untuk dijangkit virus untuk membuktikan bahwa corona tak berbahaya.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ikut memperhatikan fenomena tersebut. Ia menyinggung mengenai teori konspirasi tentang Covid-19. Secara tegas, Bima menyatakan, Covid-19 merupakan ancaman yang nyata. Bahkan Bima Arya menyebut percaya konspirasi menandakan lemahnya iman.

"Meyakini teori konspirasi itu berarti keimanan kita kurang kuat menurut saya. Covid-19 kenyataan bukan khayalan. Teori konspirasi itu khayalan," kata Bima usai menunaikan sholat Idul Adha 1441 Hijriyah di Masjid Raya Bogor, Kota Bogor, Jumat (31/7/2020). 

Bima memaknai kurban sebagai upaya untuk menguatkan kebersamaan di tengah pandemi Covid-19. Semua lapisan masyarakat, kata Bima, harus bersatu dan sepemahaman dalam menghadapi Covid-19.

AYO BACA : Media Arab Klaim Corona Adalah Konspirasi Amerika dan Israel Melawan China

Agama Islam, Bima mengutarakan, mengajarkan umatnya untuk berbaik sangka (husnudzon), bukan malah sebaliknya menaruh prasangka buruk (suudzon) kepada orang lain. Karena itu, Bima menegaskan, memahami Covid-19 sebagai teori konspirasi merupakan pemahaman yang keliru.

"Teori konspirasi itu menyalahkan orang lain. Yang sini tanggungjawab sini, salah. Gak bisa. Jadi, kalo kita percaya teori konspirasi berarti kita tak mengimani ajaran agama kita dengan baik. Bahaya," jelasnya.

Di media sosial, Bima menilai, masih banyak masyarakat yang mengikuti paham tersebut. Bima berharap, masyarakat dapat saling bersatu membuat narasi yang lebih positif untuk menerangi Covid-19.

"Terakhir saya minta warga Kota Bogor untuk tetap waspada, ini situasinya masih belum aman, ada klaster keluarga ada klaster perkantoran, dan ada klaster luar kota," jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar