Fraksi PSI Desak Anies Keluarkan Kebijakan Rem Darurat

  Selasa, 04 Agustus 2020   Khoirur Rozi
Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad / instagram: @idris.ahmad1

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM --Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad mendesak Gubernur Anies Baswedan mengeluarkan kebijakan emergency brake atau rem darurat.  Menurut Idris, kebijakan itu perlu dilakukan mengingat kondisi penularan Covid-19 di Jakarta semakin mengkhawatirkan.

Rem darurat merupakan salah satu wacana yang disampaikan Anies saat memberlakukan PSBB transisi. Dengan kebijakan ini, seluruh aktivitas sosial dan ekonomi di Jakarta kembali dibatasi secara ketat seperti masa PSBB. 

AYO BACA : Ribuan Anak Terancam Putus Sekolah, PSI Sarankan Pemprov DKI Beri Bantuan Pendidikan

“Pengetatan ataupun pelonggaran aturan suatu hal yang lazim dilakukan pada saat Pandemi, terakhir kita lihat kota Manila dan Melbourne kembali memperketat pergerakan warga akibat lonjakan kasus. Gubernur Anies tidak boleh lengah dan ragu untuk menarik rem darurat,” kata Idris kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Menurut Idris, memperpanjang masa PSBB transisi tidak memberikan dampak baik terhadap upaya menghentikan wabah. Untuk diketahui, Gubernur Anies telah memperpanjang PSBB transisi sebanyak tiga kali.

AYO BACA : Ini Alasan Pemprov DKI Menerapkan Kembali Gage

"Tidak ada perbedaan dari tiga kali perpanjangan ini, kita tidak bisa berharap ada perubahan hasil kalau Pemprov DKI hanya berpangku tangan dan sekedar memperpanjang status tanpa ada upaya pencegahan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Fraksi PSI mendesak Anies segera menerapkan kebijakan rem darurat agar kondisi wabah tidak semakin parah. Kebijakan rem darurat menurutnya juga sebagai janji Anies jika terjadi lonjakan kasus positif di Jakarta.

"Kebijakan rem mendadak hanya menjadi ancaman semu karena hanya Gubernur Anies yang tahu apa maksudnya. Jangan sampai kebijakan rem mendadak hanya menjadi pepesan kosong,” imbuhnya.

AYO BACA : 86 Persen Kantor KUA Jakarta Memprihatinkan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar