549 RW di Jakarta Timur Belum Laporkan Perkembangan Kasus Covid-19

  Kamis, 06 Agustus 2020   Khoirur Rozi
Ilustrasi

CAKUNG, AYOJAKARTA.COM -- Sebanyak 549 rukun warga (RW) di wilayah administrasi Jakarta Timur belum melaporkan perkembangan kasus Covid-19. Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar mengatakan, seharusnya tiap RW melaporkan perkembangan di wilayah masing-masing setiap minggu kepada Biro Tata Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Timur.

AYO BACA : Respons Keluhan Orang Tua Pemkot Bekasi Fasilitasi 244 Titik Wifi Gratis, Bagaimana Jakarta Pak Anies?

Menurut Anwar, persoalan ini telah diketahui Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan. Oleh sebab itu dia meminta kepada seluruh pengurus RW menanggapi hal ini dengan serius.

AYO BACA : Ini Daftar 31 Perkantoran yang Ditutup Sementara Karena Covid-19, Tip Top Rawamangun Sudah Beroperasi Lagi

“Saya harap ini menjadi perhatian para pengurus RW, dan ini sudah menjadi pembahasan di tingkat provinsi dalam Rapim (rapat pimpinan) bersama bapak Gubernur, karena sifatnya wajib melaporkan perkembangan kasus seminggu sekali oleh Biro Tapem,” kata Anwar dalam keterangan tertulis Pemkot Jakarta Timur, Kamis (6/8/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan, laporan perkembangan kasus Covid-19 tiap RW bertujuan untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan. Laporan itu juga digunakan sebagai bahan evaluasi secara berkala.

Anwar lantas mengingatkan kepada jajarannya hingga tingkat lurah agar lebih serius menangani Covid-19. Dia meminta agar edukasi protokol kesehatan kepada masyarakat terus digalakan.

"Kamar ICU di seluruh rumah sakit di wilayah DKI Jakarta sudah terpakai 50 persen untuk penanganan COVID-19. Ini harus menjadi warning (peringatan) kita bersama, Camat, Lurah dan para pengurus RW dan RT agar terus mengedukasi warga, mengingatkan warga akan ancaman yang serius tentang COVID-19," imbuhnya.

AYO BACA : Sepekan Terakhir Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Sebesar 7,4%

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar