DKI Jakarta Catat Kasus Harian Covid-19 Tertinggi sejak Maret

  Kamis, 06 Agustus 2020   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi wabah vius corona/ shutterstock

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi ( Dinkes Pemprov) DKI Jakarta mencatat kasus harian tertinggi Covid-19 di Jakarta sejak kasus pertama ditemukan pada 2 Maret 2020.

Berdasarkan laman corona.jakarta.go.id, sebanyak 597 kasus positif Covid-19 ditemukan di Jakarta pada Kamis (6/8/2020).

Dari angka tertinggi itu, total kasus positif Covid-19 di Jakarta mencapai 23.863 kasus. Jumlah itu termasuk 2.552 orang dirawat, 15.006 orang sembuh, 908 orang meninggal dunia, dan 5.397 orang menjalani isolasi mandiri.

Selain itu, Dinkes Jakarta juga mencatat 10.450 kasus positif ditemukan pada orang tanpa gejala (OTG), 7.636 kasus dengan gejala, dan 5.777 orang belum diketahui.

Berikut Ayojakarta rangkum jumlah kasus harian Covid-19 di Jakarta dari 29 Juli 2020, yang merupakan kasus tertinggi kedua di Jakarta.

AYO BACA : Ini Daftar 31 Perkantoran yang Ditutup Sementara Karena Covid-19, Tip Top Rawamangun Sudah Beroperasi Lagi

· 5 Agustus: 357 kasus positif

· 4 Agustus: 466 kasus positif

· 3 Agustus: 489 kasus positif

· 2 Agustus: 379 kasus positif

· 1 Agustus: 374 kasus positif

AYO BACA : 549 RW di Jakarta Timur Belum Laporkan Perkembangan Kasus Covid-19

· 31 Juli: 432 kasus positif

· 30 Juli: 299 kasus positif

· 29 Juli: 585 kasus positif

Saat ini, DKI Jakarta menjadi provinsi yang paling banyak melakukan tracing atau pengujian Covid-19. Hal ini juga diakui oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani

Fify mengatakan testing Covid-19 di Jakarta sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Bahkan, Pemprov mampu melampaui standar tersebut sebesar empat kali lipat.

“Saat ini jumlah PCR di Jakarta adalah empat kali lipat dari standar WHO,” ungkapnya dalam media briefing harian, Selasa (04/8/2020).

WHO menetapkan jumlah tes PCR sebanyak 1.000 orang per satu juta penduduk dalam setiap minggunya. Dari jumlah itu, kata Fify, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR dengan minimum sebanyak 10.645 orang dalam setiap minggu atau 1.560 per hari.

“Jumlah tes sepekan terakhir di Jakarta adalah 37.876,” katanya.

AYO BACA : Sepekan Terakhir Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Sebesar 7,4%

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar