Teruntuk Murid di Jakarta, Kalian Masih Harus Belajar dari Rumah Dulu Ya….

  Sabtu, 08 Agustus 2020   Eries Adlin
Ilustrasi (Ayobandung.com/Attia Dwi Pinasti)

 

TEBET, AYOJAKARTA.COMBAGI sebagian murid, orang tua, dan tenaga pengajar, revisi—pemerintah menggunakan istilah penyesuaian—Surat Keputusan Bersama 4 Menteri terkait dengan pelaksanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19 tentu merupakan kabar gembira—meski mereka tetap harus waspada.

Pasalnya, menurut SKB 4 Menteri itu, sekolah yang berada di zona hijau dan kuning akan diperbolehkan menggelar belajar tatap muka. Tentu dong dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Oh iya, empat menteri yang menandatangani SKB tersebut adalah Mendikbud, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama..

AYO BACA : DAMPAK COVID-19: Jokowi Siapkan Bantuan Rp600 Ribu Selama 5 Bulan Untuk Pekerja Gaji di Bawah Rp5 juta

Boleh dibilang, sudah hampir enam bulan sekitar 68 juta murid di seluruh Indonesia harus belajar dari rumah. Sekitar 4 juta tenaga pengajar pun tidak dapat menemui murid anak didiknya secara langsung. Mereka hanya bisa bersua lewat layar telepon selular atau laptop. Pastilah ada kerinduan yang menggebu untuk bertemu di antara murid dan guru.

Begitu juga dengan orang tua. Banyak cerita bagaimana orang tua kerepotan mengurus belajar online untuk anak mereka. Dari sisi biaya, mereka harus membeli kuota Internet. Belum lagi perangkat yang harus disiapkan seperti ponsel atau komputer di rumah. Kerepotan lainnya mungkin menyangkut waktu dan perhatian yang harus mereka berikan kepada anak-anak karena pola belajar secara daring masih asing bagi para orang tua.

“Para peserta didik juga mengalami kesulitan berkonsentrasi belajar dari rumah serta meningkatnya rasa jenuh yang berpotensi menimbulkan gangguan pada kesehatan jiwa,” ujar Mendikbud Nadiem Makarim ketika menyampaikan taklimat taklimat media tentang Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, Jumat 8 Agustus 2020.

AYO BACA : Mau Jadi Pegawai Setempat Kedutaan di Luar Negeri? Ini Enak & Gak Enak-nya

Namun, kerinduan atas belajar tatap muka yang segera terbayarkan itu ternyata tidak bisa dirasakan oleh seluruh murid, tenaga pengajar, dan orang tua. Malah, mereka yang harus menunggu lebih lama untuk bisa melakoni belajar tatap muka, jumlahnya lebih banyak.

Data sampai dengan 3 Agustus 2020 yang dilansir laman covid19.go.id, sekitar 57% peserta didik masih berada di zonasi merah dan oranye. Sisanya, 43% peserta didik berada di zonasi hijau atau kuning. Sesuai dengan SKB 4 Menteri itu, daerah yang berada di zona oranye dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan Belajar dari Rumah alias BDR!

Murid-murid sekolah di DKI Jakarta termasuk bagian dari 57% peserta didik yang berada di zonasi merah dan oranye itu. Itu artinya, mereka belum akan merasakan belajar dengan duduk di dalam kelas. Bertemu dengan teman-teman dan para guru.

DKI Jakarta memiliki enam wilayah administratif yakni lima kota yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Satu lagi adalah berbentu kabupaten yakni Kepulauan Seribu.

Yang jadi soal, berdasarkan data dari laman covid19.go.id, empat wilayah yakni Jakpus, Jaktim, Jakut dan Jakbar masuk kategori zona risiko tinggi atau merah. Sisanya, Jaksel dan Kepulauan Seribu berkategori zona risiko sedang atau oranye. Nah, mengacu ke SKB 4 menteri itu, berarti sekolah di DKI Jakarta belum bisa menjalankan metode belajar tatap muka.

Jadi, untuk anak-anak di Jakarta, sepertinya kalian masih harus menunggu dan bersabar dulu ya….

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar