Mahasiswa Indonesia di Sulawesi Kirim Surat Protes ke Dubes Tiongkok, Ada Apa?

  Sabtu, 08 Agustus 2020   Icheiko Ramadhanty
Kedubes Tiongkok (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Para mahasiswa di Sulawesi melakukan protes atas kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok secara bertahap. Mereka melakukan protes yang ditujukan oleh Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia sejak Maret lalu.

Kedatangan warga negara Tiongkok itu tak lain adalah untuk bekerja di proyek smelter nikel di Sulawesi. Kumpulan aksi protes mahasiswa itu dipicu karena kekhawatiran lapangan pekerjaan penduduk setempat akan diambil oleh TKA Tiongkok. Terlebih, pandemi Covid-19 diperkirakan akan membuat 3,7 juta penduduk Indonesia kehilangan pekerjaan.

Para mahasiswa telah melayangkan surat protes kepada Duta Besar Tiongkok di Jakarta, Xiao Qian. Surat tersebut menyerukan agar pengiriman TKA Tiongkok dihentikan sementara. Selain itu, mereka menyerukan agar para pekerja segera dideportasi untuk mencegah konflik dengan penduduk setempat.

Sejak Maret, para mahasiswa telah melakukan demonstrasi atas rencana kedatangan bertahap 500 TKA Tiongkok di proyek nikel di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Para pengunjuk rasa mengklaim bahwa TKA tersebut bukan merupakan pekerja terdidik dan pekerjaan yang dilakukan oleh juga bisa dilakukan oleh penduduk setempat.

“Kami hanya ingin keadilan,” kata Sulkarnain, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam di Sulawesi Tenggara cabang Kendari, dilansir dari South China Morning Post, Sabtu (8/8/2020).

“Masyarakat Indonesia trauma karena di tengah pandemi ini, tidak ada lockdown atau pembatasan lintas wilayah bagi orang asing yang masuk ke negara kita. Tapi malah terbuka untuk TKA Tiongkok ketika dunia belum lupa bahwa virus itu berasal dari Wuhan Tiongkok,” tulis Sulkarnain dalam suratnya kepada Xiao Qian.

Surat itu telah dikirim melalui email ke kedutaan Tiongkok minggu lalu. Tak sampai sana, Sulkarnain mengatakan bahwa para mahasiswa akan nekat masuk ke lokasi industri untuk memaksa TKA Tiongkok yang tidak memiliki dokumen untuk pergi dari Tanah Air.

Sulkarnain mengklaim bahwa Pemerintah Indonesia mengizinkan para TKA Tiongkok masuk tanpa mendapatkan izin yang benar dari Rencana Pemanfaatan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang diakomodir oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

TKA Cina tersebut dipekerjakan oleh perusahaan tambang dibawah koordinasi Tiongkok yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS). Di lain tempat, Manajer PT VDNI, Indrayanto, mengatakan bahwa semua TKA Tiongkok adalah pekerja terampil yang dipekerjakan sebagai staf kontrak. Selain itu, karena peralatan yang dipakai menggunakan teknologi dari Tiongkok.

Pihak perusahaan juga mengatakan bahwa mereka perlu mendatangkan TKA asal Tiongkok karena kurangnya staf dari penduduk lokal yang cakap. Namun, perusahaan berjanji akan mempekerjakan 3.000 penduduk lokal ketika peralatan siap. Perusahaan juga berjanji akan memulangkan TKA Tiongkok setelah proyek selesai.

Menurut data dari Kementerian Ketenagakerjaan, hingga Mei 2020, ada total 98.900 pekerja asing yang bekerja di Indonesia. Kelompok pekerja asing terbesar berasal dari Tiongkok yaitu 35.781 orang. Posisi kedua ditempati pekerja asal Jepang dengan 12.823, dan terakhir Korea Selatan sebanyak 9.097 pekerja. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar