Meski Pandemi Covid-19, Investasi Dalam Negeri Triwulan II DKI Jakarta Tumbuh 10,49%

  Senin, 10 Agustus 2020   Eries Adlin
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra/beritajakarta.id

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Meski harus berjuang mengatasi pandemi Covid-19 yang merontokkan aktivitas bisnis, realisasi investasi dalam negeri DKI Jakarta selama triwulan II 2020 justru tumbuh 10,49% dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun lalu.

Secara umum, nilai realisasi investasi pada triwulan II 2020 di Provinsi DKI Jakarta tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional. Selama periode April—Juni, modal yang ditanamkan di ibukota mencapai Rp30,1 triliun.

Nilai investasi itu berasal dari realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar US$0,8 miliar atau setara dengan Rp12,2 triliun dengan kurs APBN 2020 US$1 = Rp14.400. Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp17,9 triliun.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

“Berdasarkan data BKPM, DKI Jakarta meraih realisasi investasi PMA dan PMDN sebesar Rp30,1 triliun pada triwulan II tahun 2020. Menempati urutan pertama sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi se-Indonesia,” kata Benni Aguscandra, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Senin (10 Agustus 2020).

Dengan demikian, Realisasi Investasi PMA dan PMDN DKI Jakarta selama semester I 2020 yaitu periode Januari sampai Juni mencapai Rp50,2 triliun atau berkontribusi 12,5% dari total realisasi investasi PMA dan PMDN nasional senilai Rp402,6 triliun.

“Ini menunjukkan bahwa masih adanya geliat investasi di Ibu kota meskipun di tengah Pandemi Covid-19,” ucap Benni seperti dilansir laman resmi Pemprov DKI, beritajakarta.id.

Kendati demikian, lanjutnya, terjadi penurunan realisasi investasi PMA DKI Jakarta sebesar 10,29% pada triwulan II 2020 apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

Penyebabnya adalah faktor pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara di dunia yang mengakibatkan dampak terhadap perekonomian global sehingga terjadi perlambatan kinerja investasi.

Hal sebaliknya terjadi pada realisasi investasi PMDN DKI Jakarta pada triwulan kedua ini dengan mengalami kenaikan sebesar 10,49% apabila dibandingkan dengan realisasi PMDN pada periode yang sama tahun lalu.

“Pencapaian ini merupakan bukti bahwa berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di tengah pandemi Covid-19 menuju masyarakat sehat, aman dan produktif disambut baik oleh para investor dan tetap menciptakan lingkungan berusaha yang kondusif di Jakarta,” jelasnya.

Benni menambahkan, Dinas PMPTSP Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan promosi proyek-proyek potensial kepada para investor meskipun dilakukan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru mengikuti protokol pencegahan Covid-19.

“Kami juga senantiasa menghadirkan inovasi layanan perizinan dan nonperizinan yang memudahkan pelaku usaha untuk membangun bisnisnya di ibu kota,” tandasnya.

AYO BACA : Teruntuk Murid di Jakarta, Kalian Masih Harus Belajar dari Rumah Dulu Ya...

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar