Kreatif! Warga Ciracas Ubah Lahan Tidur Jadi Produktif

  Senin, 10 Agustus 2020   Aini Tartinia
[ilustrasi] urban farming (dok: republika)

CIRACAS, AYOJAKARTA.COM – Sebagai kota metropolitan, DKI Jakarta memiliki ketersediaan lahan yang terbatas untuk memenuhi sendiri kebutuhan sayuran. Namun, hal tersebut bukan berarti Jakarta tak memiliki peluang dan prospek mengembangkan pertanian sebagai suplai kebutuhan pangan warga.

AYO BACA : Ada Perusahaan Tutupi Kasus Covid-19, PSI Dorong Pekerja Aktif Laporkan Kondisi Kantornya

Salah satunya, aktivitas positif yang dilakukan sejumlah warga RT 01 RW 10, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas memanfaatkan lahan tidur menjadi urban farming atau konsep bertani di tengah perkotaan.

AYO BACA : Begini Sampah Kalian Dikelola Oleh MRT Jakarta…

Ketua RT 01 RW 10 Kelurahan Ciracas Hendro mengatakan, warga menanam berbagai jenis sayuran, pohon pelindung maupun pohon produktif seperti, bayam, sawi, labu, tomat, singkong, mangga, belimbing dan ketimun di atas lahan seluas 500 meter persegi milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta tersebut.

“Awalnya hanya isi waktu luang, karena sejak merebaknya kasus Covid-19 warga banyak menghabiskan waktu di rumah saja. Warga akhirnya kompak memilih kegiatan bercocok tanam untuk mengisi waktu,” kata Hendro seperti dilansir beritajakarta.id

Lebih dari sekadar mengisi waktu luang, kegiatan urban farming itu malah berbuah manis. Nampak warga RT 01 RW 10 Ciracas semakin tertarik dengan aktivitas pertanian perkotaan tersebut.

Terbukti, sebanyak dua kali sayuran seperti kangkung, sawi, dan ketimun dipanen oleh warga dan kemudian dikonsumsi. Tak hanya itu, untuk sayuran labu, peria dan oyong juga tengah menunggu dipanen.
“Kami akan  minta bantuan bibit tanaman dan ikan ke Sudin KPKP Jakarta Timur agar lingkungan makin hijau dan asri. Tidak seperti sebelumnya, di mana lahan ini dijadikan lokasi pembuangan sampah, puing serta dipenuhi tanaman liar,” ujarnya.

AYO BACA : TM Ragunan Bakal Disulap Jadi Kawasan Ekowisata

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar