Pelaku Penjual Pornografi Anak Raih Keuntungan hingga Rp4 Juta Sebulan

  Selasa, 11 Agustus 2020   Fitria Rahmawati
Kapolres Metro Jakbar, Kombes Audie S Latuheru dan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Putu Elvina, serta Kasat Reskrim Polres Metro Jakbar, Kompol Teuku Arsya. Foto: Akhmad Nursyeha

SLIPI, AYOJAKARTA.COM - Para admin chat grup yang menyediakan layanan seksual secara online berbayar mendapatkan keuntungan minimal Rp1 juta hingga Rp4 juta setiap bulannya. Anggota yang berhasil mereka rekrut mencapai 600 orang.

Hal yang mencengangkan, dalam sepekan mereka bisa membuat 10 konten pornografi, berupa video call sex, phone sex, maupun aktivitas seksual yang disiarkan secara langsung.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Putu Elvina mengatakan, para penjual video pornografi anak di Jakarta Barat tersebut hanya membayar pemeran yang masih di bawha umur sebanyak Rp 50 ribu per konten.

\"Sebesar Rp 50 ribu katanya per konten, tapi tidak sebanding dengan risiko yang dia dapatkan,\" kata Elvina saat konferensi pers di Markas Polres Metro Jakarta Barat, Senin (10/8/2020).

Elvina mengatakan, awal mulanya anak di bawah umur tersebut tergoda melakukan aksi pornografi lantaran tergoda karena diiming-imingi bayaran. \"Diawali dengan berkenalan dengan seseorang yang kemudian menjadi menjadi terbiasa, selain itu mereka juga mengaku sedang butuh uang,\" katanya.

Menurut Elvina, kurangnya edukasi terkait literasi digital, kemudian masalah pornografi yang tak terhindarkan membuat anak-anak tersebut terjebak dalam prostitusi daring. Selain itu, Elvina juga meminta para orang tua memberikan perhatian lebih pada anak-anaknya.

AYO BACA : Polisi Tangkap 3 Pelaku Kasus VCS Anak di Bawah Umur di Jakarta Barat

Karena dalam kasus tersebut, sambung dia, sang korban mengaku kurang perhatian dari orang tua sehingga mencari perhatian di media sosial. 

\"Kekurangan perhatian orang tua menjadi modus baru terjadinya pelecehan seksual kepada anak lewat media sosial,\" kata Elvina.

Adapun anak tersebut mengaku sudah ikut dalam pembuatan konten pornografi tersebut sejak 2019. Dalam sepekan, anak tersebut bisa membuat 10 konten 

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Audie S Latuheru mengatakan, para tersangka bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 4 juta per bulannya. 

\"Mereka mengelola akun tersebut sudah lebih dari 600 member atau pelanggan dan keuntungan sementara yang kita ketahui sebesar Rp 1 juta sampai Rp 4 juta per bulan,\" ujar Audie.

Para tersangka berinisial P, DW, dan RS ditangkap di kawasan Kapuk Poglar, Jakarta Barat dan satu orang di di Jalan Tipar, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Rabu (5/8/2020). Sementara, salah satu tersangka lainnya berinisial BP masih dalam pengejaran petugas (DPO).

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 45 Ayat 1 juncto Pasal 27 Ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar