Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Selalu Melebihi 400 Kasus

  Selasa, 11 Agustus 2020   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa kasus harian Covid-19 di Jakarta masih di atas 400 kasus. Per Selasa 11 Agustus 2020, dilansir dari corona.jakarta.go.id mencatat ada 471 kasus positif di DKI Jakarta.

Namun, Dinkes juga mencatat penambahan harian Covid-19 untuk angka sembuh hari ini di DKI Jakarta sebanyak 481 orang. Dengan penambahan kasus positif hari ini, menjadikan total kasus Covid-19 di DKI versi Dinkes mencapai 26.664 kasus.

Total angka itu termasuk 2.548 dirawat, 16.927 berhasil sembuh, 953 orang meninggal dunia, dan 6.236 orang menjalani isolasi mandiri. Sedangkan, sebanyak 14.665 kasus ditemukan tanpa gejala (OTG), 8.532 kasus ditemukan dengan gejala, dan 3.467 kasus belum diketahui.

Berdasarkan laman tersebut, terhitung sejak 6 Agustus 2020, DKI Jakarta selalu mengkonfirmasi lonjakan kasus harian di atas 400 kasus. Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta dari 6 Agustus:

-        6 Agustus: 597 kasus positif

AYO BACA : Ada yang Beda dari Pembangunan MRT Fase II, Apa Itu?

-        7 Agustus: 658 kasus positif

-        8 Agustus: 721 kasus positif

-        9 Agustus: 472 kasus positif

-        10 Agustus: 479 kasus positif

-        11 Agustus: 471 kasus positif

AYO BACA : Pemprov DKI Perkuat Peran Etnis Tionghoa dalam Pembangunan Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memasifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi atau perawatan secara tepat sehingga memperkecil potensi penularan COVID-19.

Di hari sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Weningtyas Purnomorini, memaparkan berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dilakukan tes PCR sebanyak 6.914 spesimen.

“Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 5.994 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 721 positif dan 5.273 negatif. Dari 721 kasus positif, 128 kasus adalah akumulasi data dari hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 42.665. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 47.106,” ujarnya seperti termaktub dalam siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (8/8/2020).

Menurut catatan corona.jakarta.go.id, per 10 Agustus 2020, jumlah positivity rate spesimen harian di Jakarta mencapai 13,7%. Weningtyas menjelaskan WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu.

Berdasarkan WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu atau 1.521 orang per hari. “Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah empat kali lipat standar WHO,” imbuhnya.

Kondisi wabah di sebuah daerah hanya bisa diketahui melalui testing. Strategi tes-lacak-isolasi sangat penting dilakukan dalam penanganan wabah. Jumlah tes yang tidak memenuhi standar WHO berakibat makin banyak kasus positif yang tidak terlacak.

Jakarta telah memenuhi standar itu bahkan melebihinya. Tes PCR di Jakarta dilakukan melalui kolaborasi 54 laboratorium pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, dan swasta. Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan biaya tes kepada laboratorium BUMN dan swasta yang ikut berjejaring bersama dalam pemeriksaan sampel program.

AYO BACA : HUT ke-75 RI, Ancol Tebar Promo Tiket Masuk, Simak Caranya!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar