Tumbuh Positif, Kemenperin Jaga Industri Mamin Tetap Produktif

  Selasa, 11 Agustus 2020   Khoirur Rozi
Ilustrasi (Shutterstock)

KUNINGAN, AYOJAKARTA.COM -- Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor manufaktur yang masih mampu tumbuh positif pada triwulan II tahun 2020 setelah tertekan berat akibat dampak pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan II-2020, industri mamin tumbuh sebesar 0,22% dari tahun ke tahun (YOY). Oleh sebab itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mempertahankan tren positif industri mamin.

 “Pertumbuhan positif sektor industri mamin ini merupakan momentum yang harus terus dijaga dan juga ditingkatkan sehingga dapat konsisten memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Abdul Rochim dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2020).

Menurut Rochim, guna menjaga tren positif di sektor industri mamin, Kemenperin fokus mendorong ketersediaan bahan baku agar bisa mencukupi kebutuhan produktivitas manufaktur. Dalam hal ini, Kemenperin aktif berkoordinasi dengan para stakeholder terkait baik di tingkat kementerian maupun pelaku industri agar bisa berjalan lancar.

“Bahkan, kami telah bertemu dengan salah satu deputi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjajaki kemungkinan penyelenggaraan suatu event pada libur panjang nanti di akhir tahun untuk mendorong konsumsi masyarakat sekaligus untuk meningkatkan pertumbuhan sektor industri mamin di dalam negeri,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, hal lain yang juga membantu sektor industri mamin tumbuh positif adalah mulai dibukanya pusat perbelanjaan. Namun demikian, pengelola dan pengunjung pusat perbelanjaan harus dapat mematuhi penerapan protokol kesehatan.

“Pertumbuhan positif ini tentu tergantung dari dua hal penting, yaitu kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan yang kedua adalah perkembangan dari pandemi Covid-19 yang diharapkan dapat segera menurun dan hilang dari Indonesia. Apabila kedua hal ini tercapai, kami memproyeksikan industri mamin dapat tumbuh sekitar 3% pada akhir tahun 2020,” imbuhnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar