Mengkhawatirkan, Depok Umumkan Rekor Penambahan Kasus Baru Covid-19

  Selasa, 18 Agustus 2020   Budi Cahyono
ilustrasi (dok)

DEPOK, AYOJAKARTA.COM -- Dalam tiga hari terakhir, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Depok melaporkan angka tertinggi kasus positif Covid-19 masuk dalam kategori mengkhawatirkan.

Total selama tiga hari sejak 15 Agustus - 17 Agustus terjadi peningkatan sebanyak 142 kasus Covid-19 yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Depok. "Ini penambahan kasus terbanyak sejak pandemi Covid-19 di Kota Depok," ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris di Balai Kota Depok, Selasa (18/8/2020)

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok pada 15 Agustus 2020, terdapat penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 47 kasus. Kemudian, pada 16 Agustus 2020 terjadi penambahan sebanyak 49 kasus. Dan pada 17 Agustus 2020 bertambah sebanyak 46 kasus.

Sementara itu, untuk jumlah pasien terkonfirmasi yang sembuh per 15 Agustus 2020 sebanyak 25 orang. Pada 16 Agustus 2020 sebanyak 10 orang, dan pada 17 Agustus 2020 tidak ada penambahan kasus kesembuhan.

Untuk kasus kematian karena Covid-19 di Kota Depok juga mengalami peningkatan. Pada 15 Agustus 2020 terdapat penambahan satu kasus kematian, pada 16 Agustus 2020 bertambah satu kasus dan pada 17 Agustus 2020 tidak terdapat penambahan kasus kematian.

"Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Depok hingga 17 Agustus 2020 sebanyak 1.670, sembuh 1.150, dan meninggal dunia sebanyak 57 kasus," ungkap Idris.

Menurut Idris, penyebaran virus Corona masih berlangsung masif. "Untuk itu saya meminta kepada masyarakat Depok untuk menerapkan personal lockdown," tegasnya.

Idris menerangkan, maksud personal lockdown, yakni memproteksi diri sendiri dengan selalu menggunakan masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan memakai sabun atau hand sanitizer dan menghindari keramaian.

"Jadikan hal tersebut menjadi kebutuhan dan kebiasaan baru bagi setiap personal di masa pandemi Covid-19," jelas Idris.

Dia menambahkan, sebesar 60 persen kasus peningkatan Covid-19 yang terjadi di Kota Depok dan Jakarta, Bogor, Tanggerang, Bekasi (Jabotabek) disebabkan oleh pergerakan orang.

 "Untuk itu, selain program pencegahan penanganan yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dalam situasi ini dibutuhkan peran serta dari masyarakat," pungkas Idris.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar