>

Soal Perbedaan Data Covid-19, Ini Penjelasan Pemkot Bekasi

  Senin, 24 Agustus 2020   Firda Puri Agustine
Ilustrasi

BEKASI SELATAN, AYOJAKARTA.COM – Data Covid-19 Kota Bekasi yang dirilis pada website resmi corona.bekasikota.go.id diduga tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Hal ini lantaran ditemukan perbedaan jumlah total konfirmasi positif antara rilis resmi Humas Pemerintah Kota Bekasi dengan data yang disajikan dalam website tersebut.

Kabag Humas Pemkot Bekasi Sajekti Rubiah mengklaim bahwa data yang ditulis dalam rilis dengan yang ada pada website adalah sama.

AYO BACA : Penularan Covid-19 Klaster Keluarga di Kota Bekasi Semakin Mengkhawatirkan

Dia juga memastikan bahwa angka yang ditampilkan adalah real dan berubah setiap saat mengikuti perkembangan terkini.

“Ah, masa (beda data). Sama kok sama yang di website. Itu kan tanggal 16 Agustus yang dirilis, kalau yang sekarang ya pasti beda (karena update),” kata Sajekti saat dihubungi Ayobekasi.net, Senin (24/8/2020).

Dalam rilis tanggal 20 Agustus 2020, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut bahwa terdapat 1.324 kasus konfirmasi positif Covid-19 hingga 16 Agustus 2020. Sementara, dalam website tertulis angka total konfirmasi positif sebanyak 807 kasus per 22 Agustus 2020.

AYO BACA : Kata Mas Tri Soal Peningkatan Klaster Keluarga di Bekasi

Rahmat juga menjelaskan adanya peningkatan kasus yang berasal dari klaster keluarga. Logika saja, jika pada 16 Agustus jumlah total kasus positif mencapai lebih dari 1.000 orang, lalu ada grafik kenaikan, maka data pada 22 Agustus 2020 seharusnya ikut bertambah, bukan malah berkurang.

Jika mengacu pada data yang ada pada website, total jumlah konfirmasi positif memang tidak pernah tertulis hingga 1.000 kasus. Berbeda dengan yang disampaikan Wali Kota bahwa total kasus positif Covid-19 sudah lebih dari 1.000 jiwa.

“Mungkin (website error). Coba nanti aku cek dulu deh,” ujarnya.

Ditelusuri Ayobekasi,net, Senin (24/8/2020), website resmi Covid-19 Kota Bekasi itu menampilkan data yang tidak update. Jumlah kontak erat dan suspek tidak pernah berubah sejak awal Agustus. Pun total kasus positif yang baru ada hingga 22 Agustus di angka 807 kasus. 

AYO BACA : Lonjakan Covid-19 karena Klaster Keluarga, Ini Pesan Wali Kota Bekasi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar