Jamal Preman Pensiun Kembali Diringkus Terkait Kasus Narkoba, Ini Penjelasan Kuasa Hukumnya

  Jumat, 28 Agustus 2020   Budi Cahyono
Zulfikar alias Jamal pemeran dalam Preman Pensiun. (Ayobandung/Fichri Hakiim)

AYO BACA : Belum Kapok, Jamal 'Preman Pensiun' Ditangkap Kasus Narkoba untuk Kedua Kalinya

AYO BACA : Lagi, Artis Tersangkut Narkoba!

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Zulfikar alias Jamal di sinetron "Preman Pensiun" diamankan petugas kepolisian terkait kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Jamal tersandung kasus penyalahgunaan narkotika untuk yang kedua kalinya.

Kuasa Hukum Jamal, Hengky Solihin, mengatakan jika Jamal tergiur karena rekan satu kosnya, yakni AA. Saat itu AA mengajak Jamal untuk kembali mengonsumsi narkotika.

"Iya sebenarnya setelah pulang dari rehab itu sudah menjauhi narkotika, bahkan sering ketemu saya dalam bikin konten itu (YouTube), ternyata di tempat kosnya dia bersebelahan dengan AA, jadi terpengaruh lagi," ujar Hengky, Jumat (28/8/2020).

Hengky menjelaskan, semenjak selesai menjalani proses rehabilitasi di Lido Bogor pada Maret 2020 lalu, Jamal sebenarnya tidak lagi mengonsumsi narkotika. Namun semenjak ia kembali ke kos-kosannya di Bandung, ia kembali terjerumus ke dunia narkoba.

"Intinya dia udah benar-benar tidak mengonsumi lagi, dia terpengaruh lingkungan," jelas Hengky.

Hengky membantah, jika barang bukti berupa bong dan satu bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bruto 0,38 gram, itu milik Jamal, melainkan milik AA.

"Barang bukti itu bukan punya Jamal dan termasuk alat hisap itu bukan punya Jamal, cuma ditemukan di kamar (kos) Jamal," terangnya.

Dalam hal ini, Hengky akan mengajukan rehabilitas kembali terhadap Jamal. "Saya sekarang sedang ajukan rehabilitasi, namun belum ada tanggapan. Karena ada proses hukum yang harus ditempuh dahulu," tuturnya. (Fichri Hakiim)

AYO BACA : Lucinta Pakai Narkoba Karena Stres, Polisi: Klasik!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar