Terimbas Corona, Pedagang Tales Bogor Turun Omzet hingga 50 Persen

  Minggu, 30 Agustus 2020   Husnul Khatimah
Pedagang tales Bogor turun omzet hingga 50 persen selama pandemi. (Ayobogor/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Bila berkunjung ke Bogor tak lengkap rasanya jika tidak mencoba tales Bogor sebab tales merupakan ikon oleh-oleh khas Kota Bogor.

Peganan ini merupakan kuliner dari tales empuk yang dikukus kemudian dipotong-potong dan ditaburi kelapa parut dicampur gula pasir ataupun gula merah.

Banyak kedai tales di Bogor namun salah satu yang patut Anda coba adalah kedai Seupan Tales Ketan Wangi di Teras Surya Kencana (Surken) Jalan Suryakencana, Kota Bogor

Seturut namanya, Kedai Seupan Tales Ketan Wangi menawarkan tales jenis ketan wangi dengan berbagai varian rasa. Tekstur tales ketan yang legit dan wangi menjadi ciri khas kedai ini.

"Seupan tales itu ngambil dari bahasa sunda yang artinya tales dikukus, kita sudah jualan semenjak tahun 2004, di Jalan Suryakencana," ujar pemilik Seupan Tales Ketan Wangi, Adi Suryanaga, Minggu (28/8/2020).

Varian tales yang ditawarkan oleh Adi adalah tales original dibanderol dengan harga Rp15.000, tales gula murah Rp17.000, tales keju Rp20.000, dan tales topping campur Rp20.000.

"Tales itu banyak jenisnya, nah kita pakai tales ketan yang rasanya legit kayak ketan dan wangi, talesnya benar-benar pilihan, tales yang empuk dan kemudian kita campur dengan berbagai topping," kata Adi.

Adi menceritakan awal mula berdagang bermula ketika dirinya bercocok tanam tales di kampung halamannya. Tales kemudian di jual kepada bandar namun tidak laku.

"Dulu saya nanam tales di kampung di jual ke bandar gak laku namun saya bawa ke sini ke Bogor kita jual dalam bentuk kukus ternyata lebih laku hingga akhirnya kita fokus usaha tales kukus kecil-kecilan di Jalan Surken," kata Adi.

Berawal dari kedai tales di Jalan Suryakencana itu, Adi kemudian terus mengembangkan berbagai varian produknya hingga diminati banyak orang hingga pelancong. Ia pun kemudian membuka cabang di Jalan Padjajaran.

Dalam sehari Adi mengaku bisa menjual ratusan boks tales ketan wangi. Namun semenjak adanya pandemi Covid-19 penjualannya merosot tajam.

"Selama Covid-19 terdampak sekali. Hari biasa sampai 200 porsi sekarang 80 juga sudah bersyukur," katanya.

Merosotnya penjualan tales kukus itu membuat Adi hanya bisa meraih omzet kurang dari 50% dibanding sebelum Covid-19 mewabah di Bogor.

"Sekarang sudah agak mending, kira-kira setelah lebaran bisa 50 persen namun tetap jauh dari hari biasanya tapi tetap disyukuri masih bisa jalan di situasi yang sulit seperti ini," katanya.

Menurunnya omzet di kala pandemi menurut Adi disebabkan berkurangnya pelanggan tidak hanya asal luar kota Bogor namun juga pembeli asal Bogor.

"Karena orang gak keluar rumah dan orang Jakarta atau wisatawan yang berwisata berkurang penjualan menurun, daya beli juga turun. Harapannnya cepat kelar Covid-19 biar orang gak takut keluar rumah, jadi ekonomi bisa tumbuh lagi jualan kayak gini ngaruh banget," harap Adi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar