3 Faktor Penyebab Tingginya Kasus Positif Covid-19 di Jakarta

  Senin, 31 Agustus 2020   Khoirur Rozi
ilustrasi (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono memaparkan beberapa faktor penyebab tingginya kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta.

Faktor pertama adalah jumlah pemeriksaan, kedua pengawasan, dan ketiga perilaku masyarakat.

"Pertama, pemeriksaan di Jakarta paling tinggi, artinya banyak kasus yang terdeteksi. Tapi positifity rate-nya 10 persen atau masih tinggi. Dengan demikian saya khawatir bahwa kalau diperiksa lebih banyak lagi, akan ketemu lebih banyak lagi begitu," kata Miko saat dihubungi Ayojakarta, Senin (31/8/2020).

Kemudian Miko mengatakan pengawasan isolasi mandiri terbilang lemah. Sehingga tidak menutup kemungkinan seseorang yang sudah dinyatakan positif dan isolasi mandiri, bepergian keluar rumah.

"Kasus ringan yang isolasi mandiri di rumah, itu isolasinya menurut saya tidak total karena monitoringnya tidak layak, kedua tidak mendapatkan bantuan. Misalnya yang positif laki-laki masih mencari nafkah gitu karena tidak dapat bantuan," jelasnya.

Oleh sebab itu, menurut Miko, perlu ada regulasi yang mengatur tentang teknis pelaksanaan isolasi mandiri. Pengawasan terhadap seseorang yang menjalani isolasi mandiri juga perlu diperketat.

"Tidak ada peraturannya bagaimana mengisolasi kasus, tetapi ada protapnya. Tapi protap itu tidak menjaga orang yang isolasi mandiri tidak keluar rumah. Protap itu diberikan ke orang yang isolasi tapi apakah dipatuhi atau tidak, ya terserah dia karena tidak ada peraturannya," paparnya.

Faktor ketiga yang menyebabkan tingginya kasus positif di Jakarta adalah perilaku masyarakat. Saat ini, kata Miko, sudah banyak masyarakat yang mulai abai terhadap protokol kesehatan. Padahal protokol itu untuk melindungi diri dari penularan virus.

"Tingginya kasus juga disebabkan perilaku masyarakat yang abai semakin banyak, karena sudah bosan dengan berbagai pembatasan atau protokol kesehatan. Sementara kebutuhan hidup juga meningkat. Kemudian program penanganan juga semakin tidak jelas," imbuhnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar