>

Berapa Lama Pasien Covid-19 Bisa Menularkan Orang Lain? Begini Penjelasan Pakar

  Sabtu, 05 September 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi penuralan covid-19 (shutterstock)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Hanya dalam hitungan bulan, Covid-19 sudah menyebar di berbagai negara dan menginfeksi lebih dari 26 juta orang di dunia.

Hal ini menunjukkan bahwa Covid-19 merupakan penyakit yang mudah menular. Pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang bisa menularkan penyakit kepada orang lain hingga 10 hari sejak gejala muncul, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) India.

Sedangkan pasien Covid-19 bergejala berat hingga kritis atau memiliki kelainan imun berat cenderung masih bisa menularkan penyakit kepada orang lain hingga 20 hari setelah gejala muncul.

Pasien tanpa gejala juga dapat menularkan penyakit hingga 10 hari sejak terinfeksi. Lewat dari 10 hari, pasien tak dapat menularkan Covid-19 kepada orang lain. Akan tetapi, ada beberapa pengecualian. Terlepas dari perbedaan-perbedaan ini, ahli merekomendasikan pasien Covid-19 untuk menjalani isolasi selama 14 hari.

Pasien bisa kembali beraktivitas bila setelah 14 hari isolasi tidak menunjukkan gejala dan memiliki kadar oksigen yang stabil.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pasien dan anggota keluarga setelah pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sebagai contoh, pasien Covid-19 yang sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit masih harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama dua minggu.

"(Mereka masih harus) memantau kadar oksigen, suhu tubuh, dan denyut jantung secara mandiri," timpal konsultan dan ahli intervensi pulmonologi dari Aster RV Hospital Dr Pavan Yadav, seperti dilansir Times Now News, Sabtu.

Isolasi mandiri setelah keluar dari rumah sakit dinilai Dr Yadav memiliki tantangan tersendiri. Pasien diharapkan dapat menjalani isolasi mandiri dan berbagai protokol kesehatan dengan tertib.

Di masa pemulihan, pasien Covid-19 juga perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, termasuk buah dan sayuran segar.

Pola makan yang baik dapat membantu pasien sembuh lebih cepat dan menjaga kesehatan secara umum. Pasien Covid-19 yang memiliki diabetes, hipertensi, atau penyakit kronis lain tetap harus mematuhi aturan pola makan sesuai penyakit masing-masing.

Dr Yadav mengatakan, sekitar 80% pasien Covid-19 tidak bergejala atau hanya memiliki gejala ringan. Mereka bisa pulih dari Covid-19 tanpa kendala berarti.

Akan tetapi, pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat mungkin akan mengalami gejala sisa seperti peradangan paru atau fibrosis. Pasien yang mengalami gejala sisa fibrosis akan membutuhkan pemeriksaan lanjutan yang lebih lama meski sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

"Orang-orang yang mengalami kerusakan paru signifikan mungkin membutuhkan evaluasi untuk transplantasi paru," jelas Dr Yadav.

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona tipe baru bernama SARS-CoV-2. Data menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 bisa memengaruhi berbagai sistem di dalam tubuh, tidak hanya paru-paru.

Virus ini juga dapat merusak berbagai organ seperti jantung, ginjal, hati, hingga otak. Oleh karena itu, pasien Covid-19 memiliki risiko untuk mengalami masalah kesehatan jangka panjang.

Penyakit ini juga dapat membuat sel darah lebih mudah menggumpal dan membentuk sumbatan, serta melemahkan pembuluh darah.

Mengingat Covid-19 dapat menular dengan mudah, masyarakat diharapkan menjalani protokol kesehatan dengan patuh dalam keseharian.

Beberapa hal yang dianjurkan adalah menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak fisik dengan orang lain, serta menjaga kebersihan tangan dengan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar