>

JAKARTA PSBB KETAT: 9 Tempat Kuliner di Pluit Diklaim Patuhui Protokol Kesehatan

  Selasa, 15 September 2020   Aini Tartinia
Lurah Pluit bersama anggota Satpol PP Jakarta Utara melakukan kegiatan pengawasan ke lokasi kuliner di wilayah Kelurahan Pluit/dok: utara.jakarta.go.id

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Lurah Pluit, Rosiwan, melakukan sidak ke sejumlah restoran dan kafe di wilayah Kelurahan Pluit, Jakarta Utara dalam rangka kegiatan pengawasan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pengetatan DKI Jakarta. Hasilnya, ada 9 lokasi yang dikunjungi dan sudah mematuhi prosedur tetap protokol kesehatan.

“Senin (14/9/2020) malam, kami langsung bergerak ke sejumlah tempat makan dan minum untuk mengawasi sekaligus memberikan surat edaran terkait pelaksanaan PSBB yang sesuai Pergub DKI Jakarta No.88 Tahun 2020,” ujar Rosiwan dilansir utara.jakarta.go.id, Selasa (15/9/2020).

AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Melanggar, 8 Restoran Ditutup

Rosiwan menyebutkan, sembilan lokasi restoran dan kafe yang dikunjungi sebagai kegiatan pengawasan PSBB pengetatan yaitu Kafe Ropang, Restoran Penang, Restoran Tah Chia, Restoran Vegetarian, dan Ayam Geprek Bensu. Selanjutnya yakni Restoran AH WA, Restoran Dimsum HAO BAO, Redtoran Wakaka dan Restoran Istana.

Rosiwan didampingi anggota satuan polisi pamong praja (Satpol PP) mengecek tingkatan kebersihan (hygiene) sanitasi makanan dan minuman yang disajikan. Kemudian, ia juga mengecek ketersediaan tempat cuci tangan, pengaturan jarak antrian, penggunaan masker oleh pegawai restoran dan kafe serta pengunjung, dan tidak melayani makan di tempat dan hanya menyediakan layanan take away.

AYO BACA : Daftar RW Zona Merah DKI: Tinggal 25 RW, Sebelumnya 39 RW, Jakarta Pusat Tertinggi

“Dari semua lokasi yang dikunjungi sudah menerapkan ketentuan yang sesuai dengan aturan Pergub Nomor 88 Tahun 2020. Saya himbau kepada pengelola rumah makan dan minuman untuk terus mematuhi aturan PSBB karena kalau melanggar akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang ditetapkan,” ujarnya.

Dia berujar, untuk menekan laju kasus positif Covid-19 di wilayahnya membutuhkan kerjasama dari semua unsur untuk ikut mengambil peran. Menurutnya, kedisiplinan tiap individu agar rantai Covid-19 terputus jangan hanya menunggu disidak oleh pihak yang berwenang, tapi dijadikan kebiasaan baru di tengah pandemi ini.

“Salah satunya adalah mematuhi protokol kesehatan dengan melaksanakan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Jadikan 3M itu sebagai kebiasaan baru yang diterapkan dalam setiap aktivitas,” kata Rosiwan.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membolehkan bidang usaha kuliner tetap beroperasi selama PSBB. Namun, dia melarang adanya aktivitas makan dan minum di lokasi.

Anies menuturkan, setiap pengusaha kuliner dilarang menerima pembeli yang ingin makan di tempat. Aturan ini wajib dipatuhi setiap pemilik usaha kuliner di Jakarta. Jika melanggar, maka Pemprov DKI akan memberikan sanksi tegas.

AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Seorang Pedagang Sayur Positif Covid-19, Pasar Mayestik Tutup hingga Kamis Besok

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar